Pariwisata Untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah

Oleh : Prananingrum Chrismawarni

NIM : 12104241015

Pengertian pariwisata sangat berkaitan erat dengan fungsi dan peran pariwisata yang diberikan terhadap perkembangan pendapatan negara. Pariwisata adalah sektor yang dapat menunjang kemajuan suatu daerah.

Apabila anda ditanya, dimanakah tempat wisata favorit anda setelah Bali? Mungkin anda akan menyebut pariwisata Yogyakarta sebagai jawabannya. Alam yang masih sangat natural memiliki nilai keindahan tersendiri. Pariwisata di Yogyakarta banyak meyuguhkan berbagai jenis wisata. Wisata alam pegunungan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Yogyakarta memiliki beberapa gunung yang berpotensi wisata. Misalnya saja Gunung Merapi. Gunung ini merupakan gunung berapi yang ada di Indonesia, yang ketinggiannya mencapai 2.968 dari permukaan laut. Selain wisata alam pegunungan di kota ini banyak dijumpai wisata pantai. Obyek wisata di Jogja yang eksotik dengan Panorama Alam pemandangan air pantainya yang jernih, dengan hamparan pasir putihnya yang bersih membuat para wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. Wisata pantai banyak dijumpai dibagian selatan kota Yogyakarta. Adapula pantai-pantai alami di daerah Gunung Kidul seperti, pantai siung, pantai indrayanti, pantai sundak, pantai sadeng dan masih banyak lainnya.

Kota Yogyakarta bukan hanya menyuguhkan wisata alam saja. Di kota ini juga terdapat wisata budaya dan sejarah, misalnya belajar membuat batik. Selain itu museum dan candi-candi juga menjadi salah satu rekomendasi tempat wisata di Yogyakarta. Banyak sekali museum yang ada di Yogyakarta. Contohnya saja Museum Jogja Kembali, Museum Batik, Museum Kereta, Museum Wayang, dan lain sebagainya. Yogyakarta merupakan kota wisata yang kompleks. Hampir semua ada di kota ini. Menikmati keindahan alam sekaligus menambah pengetahuan. Jadi, wisata mana yang anda pilih?

Pariwisata memberikan pengaruh tersendiri bagi perkembangan perekonomian di kota ini. Dengan adanya tempat-tempat wisata di daerah sekitar Yogyakarta memberikan manfaat positif bagi perekonomian masyarakat setempat serta membantu meningkatkan perekonomian daerah. Pariwisata ikut berkontribusi meningkatkan kemampuan kerja dan usaha. Dengan adanya pembangunan objek wisata secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan kesemptan kerja dan usaha. Pembangunan objek wisata meningkatkan kesempatan kerja misalnya dilihat dari segi akomodasi, restoran, angkutan wisata, taman rekreasi, dan cendera mata. Adanya tempat-tempat wisata juga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengeluaran atau pembelanjaan para pengunjung akan meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi masyarakat setempat. Masyarakat setempat banyak memanfaatkan tempat-tempat wisata sebagai ladang untuk mencari nafkah.

DR. Yuswandi A. Temenggung – (Direktur Jenderal Keuangan Daerah) menyatakan bahwa Indonesia pernah mengalami masa emas perkembangan pariwisata. Pada Tahun 1995, sektor pariwisata sempat menjadi sektor penghasil devisa terbesar, dengan perolehan devisa sekitar 15 milyar dollar AS, ketika ekspor kayu, tekstil, dan migas mengalami penurunan. Namun pasca tahun 1998, sektor ini mengalami penurunan yang cukup signifikan sebagai dampak gejolak sosial politik dalam negeri, sehingga kunjungan wisatawan manca negara menurun drastis. Selain itu, peristiwa terorisme, Flu Burung, dan gangguan keamanan dalam negeri, turut berimplikasi terhadap menurunnya jumlah wisatawan mancanegara, termasuk adanya kebijakan travel warning dari beberapa negara untuk berkunjung ke Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Tahun 2010, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dari 20 pintu masuk, sejumlah 7 juta jiwa (naik sekitar 10,74 % dibandingkan tahun sebelumnya), dengan rata-rata tinggal selama 7-8 hari dan rata-rata pengeluaran sejumlah kurang lebih 995 US$ (tahun 2009). Data ini menunjukkan bahwa dalam perspektif pembangunan nasional, sektor pariwisata memiliki kontribusi bermakna bagi peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (PDB), terutama bila dikaitkan dengan Sektor Perhotelan Dan Restoran.

Kerjasama sinergis antara Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah, agar dapat terwujud manajemen kepariwisataan yang baik pada seluruh bidang pendukung, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap daya tarik wisatawan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan masyarakat, dan berkontribusi pula terhadap peningkatan devisa negara.

Menurut keterangan dari sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Bagus Sumbarja sumbangan sektor pariwisata Kota Yogyakarta terhadap pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar. Berdasarkan data Tahun 2010, dari Rp 198 miliar PAD kota tersebut, 38% atau sekitar Rp 75,2 miliar berasal dari sektor ini.

Untuk itu Pemerintah Daerah perlu memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan keberhasilan sektor pariwisata, antara lain dengan mengalokasikan dana APBD yang proporsional untuk membiayai pembangunan infrastruktur kepariwisataan (seperti jalan, listrik, dan telekomunikasi), memfasilitasi masyarakat dan pihak swasta dalam mengelola potensi wisata (seperti wisata budaya dan wisata alam), serta promosi dan pemasaran potensi wisata yang ada di daerah.

 

Referensi:

file:///C:/Users/USER/Documents/Ditjen%20Keuangan%20Daerah%20-%20KEMENDAGRI.htm

file:///C:/Users/USER/Documents/pariwisata-yogyakarta.htm

http://search.kompas.com/main/?sort=time&sortime=0&siteid=0&start-date=&end-date=&q=kontribusi+pariwisata+terhadap+pendapatan+asli+daerah+Yogyakarta&sa=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s