Tambang vs Politik

Oleh : Ayu Ariesta

NIM : 12104241009

Berdasarkan arti, politik merupakan suatu upaya untuk mencapai tujuan tertentu.  Tujuan yang dimaksudkan adalah tujuan yang bermanfaat untuk hal apapun. Namun pada kenyataannya banyak pihak-pihak yang menyalahartikan politik tersebut demi kepentingan pribadi.  Jika dikaitkan dengan kondisi nyata saat ini, ada beberapa daerah khususnya di Indonesia yang menerapkan politik salah arti. Salah satunya adalah Belitung, Provinsi Bangka Belitung yang menyalahgunakan politik terhadap Analisis Dampak Lingkungan atau yang biasa disebut AMDAL.

Saat ini, sangat miris sekali keadaan yang dialami oleh masyarakat Belitung, terkhususkan para nelayan dan masyarakat pesisir pantai. Akibat keegoisan pemerintah yang mengatasnamakan politik dan partai-partai yang terkait, masyarakat yang damai dengan kehidupan laut yang memenuhi menjadi suatu ancaman terbesar bagi mereka karena kapal isap.

Kapal isap adalah suatu alat yang digunakan untuk melakukan pertambangan laut dengan cara mengerok isi bumi berupa tambang yang ada didalamnya secara habis-habisan dan berdampak buruk sekali terhadap keindahan laut. Salah satu tambang yang menjadi sasaran kapal isap ini adalah timah yang dimana Belitung merupakan salah satu pulau penghasil tambang timah.

Berbagai cara telah dilakukan oleh masyarakat Belitung dalam upaya penolakan perusakan laut mereka melalui kapal isap. Sebenarnya, tujuan pemerintah mengizinkan kapal isap beroperasi di laut Belitung adalah untuk penambangan timah yang nantinya bisa memakmurkan masyarakat. Namun, yang menjadi keraguan masyarakat sehingga menolak adalah apakah penambangan itu akan memakmurkan masyarakat atau hanya memakmurkan pihak-pihak tertentu saja. Masyarakat pun juga masih belum yakin akan keuntungan yang di hasilkan dari penambangan timah tersebut atau malah akan melumpuhkan segala sektor, baik pariwisata, pertambangan, perikanan dan lain-lain.

Dari informasi yang didapatkan melalui berbagai media, puluh ribuan masyarakat pernah melakukan demo ke kantor Bupati Belitung untuk menyampaikan aspirasi mereka mengenai dampak dari kapal isap tersebut atau pertimbangan-pertimbangan mengenai keuntungan atau kerugian dari penambangan laut tersebut. Bukankah laut Belitung sudah sangat indah dengan pasir pantai putih, dilengkapi bebatuan granit besar dan keindahan bawah laut terumbu karang yang sengaja di kembang biakan. Seandainya di obrak-abrik kapal isap, maka habislah keindahan laut dan pesisir pantai Belitung. Imbas yang paling berpengaruh adalah disektor pariwisata yang sekarang jelas-jelas membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Belitung.  Selain itu, sektor perikanan juga akan hancur jika kapal isap itu beroperasi.

Bupati Belitung hanya menjelaskan bahwa keuntungan dari kapal isap itu adalah untuk memperbaiki perekonomian Belitung melalui pertambangan timah di laut. Namun tak melihat akibat yang ditimbulkan dari itu semua. Wisatawan akan enggan untuk berkunjung ke Belitung jika lautnya yang merupakan aset sudah kotor dan alam bawah laut sudah tidak menampakkan keindahan karena biota lautnya sudah mati dan rusak. Tapi, sebagian kecil dari unsur pemerintahan tetap saja pada keputusan mereka dengan mengatasnamakan kesejahteraan masyarakat, padahal jelas-jelas dengan keindahan laut yang luar biasa itu, masyarakat Belitung sudah sangat sejahtera. Sekalipun seorang pengangguran, masyarakat Belitung masih bisa bertahan hidup untuk memenuhi segala kebutuhan dengan sumber yang tersedia dan berasal dari laut.

Masyarakat Belitung sudah merasa sangat puas dan sejahtera dengan kekayaan alam yang melimpah di tanah Laskar Pelangi yang mereka cintai itu. Bukan pertambangan laut yang belum jelas untung ruginya, tetapi pariwisata, perikanan, pertanian, dan penambangan darat sudah cukup untuk memenuhi kehidupan mereka. Masyarakat Belitung sudah sangat kaya sekalipun bukan harta benda sebagai patokan, tetapi dengan mereka masih mampu mengolah kekayaan alam yang ada sebaik mungkin, mereka sudah sangat sejahtera sekalipun dengan kesederhanaan. Bukan dengan janji pemerintah yang belum jelas di peruntukkan kepada siapa hasil bumi laut itu.

Masyarakat Belitung hanya berharap kepada mereka-mereka yang telah duduk di kursi legislatif maupun eksekutif mampu memikirkan nasib masyarakat Belitung. Jangan hanya setelah duduk dan berkuasa lalu lupa dengan nasib masyarakat Belitung. Mereka dipilih oleh rakyat seharusnya mampu memenuhi dan melaksanakan yang terbaik untuk rakyat. Mereka ingin para wakil rakyat melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat karena sebagian besar masyarakat Belitung menggantungkan nasib mereka pada laut.

Mereka juga ingin agar pemerintah daerah dan para wakil rakyat melupakan kepentingan sesaat segelintir orang yang merusak Belitung agar tidak banyak pihak yang dikorbankan. Tidakkah mereka risih dengan tuntutan masyarakat secara terus-menerus yang mendesak mereka tiada henti agar mencabut izin tersebut. Seharusnya mereka mampu menciptakan kepercayaan kepada masyarakat bahwa mereka mampu memenuhi keinginan rakyat, bukan malah menghancurkan kepercayaan mereka dengan pikiran-pikiran negatif mengenai pemerintah yang mendapatkan sesuatu dari para pengusaha kapal isap sehingga sekarang mereka tak berdaya memperjuangkan nasib rakyat.

Betapa kejamnya mereka-mereka yang memanfaatkan jabatan dan mengatasnamakan politik menghancurkan dan secara perlahan akan membunuh masyarakat Belitung karena tak akan ada lagi aset yang dibanggakan mereka yang dapat diturunkan kepada anak cucu mereka jika sekarang sudah dihancurkan. Namun, keserakahan yang telah menutup mata hati pemerintah akan masa depan negeri Laskar Pelangi yang penuh dengan sejuta keindahan alam didalamnya.

 

Daftar Pustaka :

http://bangka.tribunnews.com/2013/03/21/paguyuban-masyarakat-belitung-tolak-kapal-isap

http://regional.kompas.com/read/2012/10/17/11562991/10.000.Orang.Kepung.Kantor.Bupati.Belitung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s