MLM Merambah, Mahasiswa Resah?

Oleh : Wahyu Kurniawan

NIM : 12104244042

MLM,apa si MLM itu sebenarnya?

Secara umum, MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baikuntuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain. Biasanya bisnis ini mengatakan bahwa usahanya adalah usaha dibidang perdagangan dengan menjual obat, pulsa, bahkan pembalut herbal, dan lain-lain. Dan bisnis ini mulai berkembang diawal 2005-an,serta sangat marak berkembang didaerah perkotaan-perkotaan. Tapi,akhir-akhir ini mulai banyak yang menggunakan bisnis semacam ini untuk dijadikan ajang penipuan, terhadap para nasabah yang ikut dalam bisnis tersebut. MLM yang diawal kemunculannya berbasis kekeluargaan,lama-lama justru berpola seperti “hukum rimba”, siapa kuat dia penguasanya. Maksudnya di bisnis ini biasanya yang memiliki posisi teratas dia yang akan menerima uang dengan mudah. Sementara yang berada dibawah harus susah payah mencari networking demi mendapat keuntungan dalam bisnis ini.

Dan hingga saat ini mulai banyak networking atau nasabah yang mulai merasa bisnis ini mengandung unsur penipuan. Misalnya, ketika para nasabah ini memikirkan dari mana upah yang mereka dapatkan,padahal mereka hanya membayar seperti modal awal,akan tetapi dengan gampangnya mereka langsung mendapatkan uang diawal-awal mereka masuk menjadi nasabah. Yang selajutnya ada dari beberapa nasabah yang merasa bahwa bisnis ini menggunakan unsur hipnotis ketika perekrutan para nasabah. Biasanya para calon nasabah akan dibawa kesuatu tempat,dan disitu sudah ada dari para “sesepuh” bisnis tersebut yang mengelilingi si Calon nasabah ini,dan layaknya hipnotis akhirnya calon nasabah ini mau ikut bisnis tersebut tanpa ada kontrol sebelumnya.

Bisnis semacam ini biasanya mempunyai target tersendiri untuk dijadikan nasabahnya. Dan mahasiswa perantauan yang masih baru adalah target yang biasanya dicari oleh para penggiat bisnis ini. Mengapa yang dicari sebagai targaet adalah mahasiswa perantauan yang masih baru? Mengapa bukan teman yang sudah lama kenal misalnya? Jawabannya adalah,karena mahasiswa perantauan yang masih baru ini masih terlalu polos, sehingga terkadang mereka belum bisa memilih apa yang mereka harus lakukan.

Dan alasan mengapa teman lama tidak dijadikan target,adalah karena biasanya teman-teman lama dari penggiat MLM ini telah mengetahui kebrobokan yang ada. Dengan MLM yang semakin merambah ini, membuat para mahasiswa yang biasanya dijadikan target utama mulai resah

Selain mahasiswa ada juga para masyarakat umum yang dijadikan target oleh para penggiat bisnis ini. Masyarakat biasanya pada perjalanan kehidupannya merasa bahwa dirinya kurang bisa menghasilkan atau produktif. Sehingga ketika ada yang menawari bisnis dengan keuntungan instan banyak yang langsung tergiur. Ini juga yang dilihat sebagai celah oleh para penggiat bisnis ini. Tetapi seiring berkembangnya waktu, juga mulai banyak masyarakat yang merasa tertipu oleh bisnis semacam ini.  Sehingga mulai banyak juga masyarakat yang melakukan penyuluhan –penyuluhan tentang bisnis ini sehingga mereka mulai mengerti apa kekurangan dalam bisnis instan semacam ini,serata secara bertahap mulai meninggalkan bisnis instan semacam ini.

Dengan mulai resahnya para mahasiswa dan masyarakat pada umumnya tentang semakin merambahnya bisnis ini, tetapi belum banyak yang mengetahui cara-cara agar tidak terjerumus dalam bisnis ini. Sebenarnya dalam setiap masalah, pasti akan ada cara penyelesaiannya. Begitu juga pada masalah tentang penggiat MLM, ada banyak cara agar para calon korban tidak terjerumus dan yang sudah terjerumus bisa terlepas dari belenggu para penggiat bisnis MLM ini. Dari mulai jangan terlalu percaya akan ajakan bisnis oleh para penggiat MLM, Mulai saling bertukar pikiran agar lebih paham tentang apa itu bisnis MLM, serta mulai mengikuti atau bahkan membuat penyuluhan-penyuluhan tentang dampak negatif MLM ini.

Dan yang terpenting adalah mahasiswa yang seharusnya sebagai agen perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, tidak berkutat pada urusan bisnis MLM yang hanya merugikan bagi para mahasiswa. Apalagi untuk para mahasiswa yang berasal dari perantauan yang jauh dari keluarga, tidak mengesampingkan mahasiswa yang bukan dari perantauan, tetapi tugas dari keluarga yang dipesankan, yaitu agar kuliah dan belajar dengan benar justru terabaikan akibat kesibukannya mengurus bisnis MLM yang tidak membawa keuntungan, melainkan hanya kerugian.

Bukan hanya bagi mahasiswa,bagi masyarakat yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga sebagai korbannya,tentu akan sangat merugikan. Mulai dari kewajibannya sebagai orang tua yang harus dikesampingkan karena bisnis yang tidak menguntungkan semacam ini, keuanganpun jelas akan terganggu. Bukan hanya keuangan dalam kelas rumah tangga,dalam perekonomian nasionalpun dengan adanya bisnis seperti ini, akan membuat ketidak stabilan sehingga dari mahasiswa, masyarakat, dan juga negara akan mengalami kerugian yang sangat merugikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s