Pariwisata dan Kebudayaan Di Indonesia

Oleh : Khusnul Maskanah

NIM : 12104241014

Dewasa ini, para budayawan tradisional dikhawatirkan dengan adanya rencana  pengembangan pariwisata yang akan dijadikan suatu industri. Beberapa ikon-ikon budaya di Indonesia telah diasetkan dan dijadikan barang yang dapat diperjualbelikan. Ada pula tempat-tempat untuk bersantai seperti kafe dan diskotik yang berkembang di kota-kota besar. Hal ini tentu saja meresahkan. Lebih mengkhawatirkan lagi, beberapa tempat tersebut dominan dihadiri para wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Indonesia. Mau tidak mau, secara tidak langsung tingkah laku wisatawan asing tersebut menjadi konsumsi publik, dan ditiru oleh penduduk setempat.  Hal ini dipandang bertentangan dengan kebiasaan agama dan tradisi yang berlaku dalam masyarakat Indonesia. Bahayanya,  jika dilihat dari kaca mata kebudayaan, sekarang ini telah banyak terjadi  komersialisasi seni, pencemaran seni budaya, bahkan pencemaran tempat-tempat bersejarah.

Pengembangan pariwisata ini pada umumnya bersifat ekonomis. Dalam masyarakat berkembang keyakinan bahwa usaha-usaha yang berkaitan dengan kepariwisataan dapat memberikan lapangan kerja yang lebih luas bagi rakyat setempat, dibanding dengan usaha yang lain. Akan tetapi, bila dianalisis secara global, kegiatan kepariwisataan juga dapat menimbulkan masalah sosial dan budaya, terutama di tempat-tempat yang memiliki perbedaan tingkat sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Masyarakat pedesaan yang menjunjung tinggi nilai budaya akan memiliki kesenjangan yang dalam dengan masyarakat kota yang modern. Umumnya masyarakat kota akan dimanjakan dengan fasilitas modern yang menyebabkan sifat konsumerisme dan glamoritas dari masyarakat Indonesia sendiri.

Objek-objek pariwisata yang berbau kuno seperti museum, tak lagi diminati banyak orang. Hal ini dapat disebabkan kurang adanya sosialisasi dan pemasaran yang bagus dari berbagai pihak terkait, sehingga kekhasan museum menjadi terabaikan dan terkalahkan dengan objek wisata yang lain. Dapat pula disebabkan oleh minat masyarakat Indonesia yang mulai beralih pada seni modern dari luar negeri, sehingga tak ada lagi yang mau memikirkan dan menyelamatkan warisan kebudayaan Indonesia.

Sebenarnya, seni budaya tradisional di Indonesia sangat beragam. Beberapa jenis kesenian, masih sering ditampilkan pada waktu upacara keagamaan dan pesta rakyat  pada masing-masing daerah. Penyajian kesenian daerah rutin dilakukan sebagai pertunjukan bagi wisatawan yang datang berkunjung untuk mempelajari budaya Indonesia, tetapi mirisnya beberapa hal yang seharusnya menjadi poin penting dalam budaya, sedikit bergeser kemurniannya dengan alasan meningkatkan kualitas dari eksistensi seni tersebut.

Gejala punahnya seni tradisional merupakan fakta nyata yang terlihat sekarang ini. Jarang sekali kita jumpai alat-alat rumah tangga yang terbuat dari tempurung, sabut, atau ijuk yang biasanya ada di kampung-kampung. Sekarang semua alat itu tergantikan oleh plastik-plastik industri. Dampak pembangunan ini terhadap kehidupan yang bersifat tradisional tidak hanya terasa di desa saja,  tetapi juga di kota-kota besar. Lihat saja kesenian Betawi yang kini dalam proses kepunahan karena meningkatnya pembangunan dan majunya teknologi di kota metropolitan, Jakarta.

Di Jawa, dahulu biasanya sering terdengar musik tradisional dan pertunjukan kesenian semalam suntuk, kini telah berubah dan hanya terdengar musik-musik dari bangsa asing yang belum lama ini mencuat di Indonesia. Dalam rangka mencari dan menghidupkan kembali seni tradisional inilah, sebaiknya Pemerintah sering menyelengggarakan Pesta Kesenian didahului dengan festival. Dengan adanya pesta semacam kesenian ini ternyata dapat menggugah para seniman untuk lebih berprestasi dan menghargai seni budaya tradisional daerahnya yang sudah menjadi warisan nenek moyang nya secara turun-temurun. Harus kita sadari bahwa masyarakat kita tidak statis, mereka selalu mencari dan mencari sesuai dengan gerak zamanya dan sesuai dengan permintaan khalayak ramai. Kurangnya perhatian mayarakat untuk melakukan penggalian seni budaya tradisional merupakan momok dari kepayahan apresiasi bangsa kita pada tradisi adat istiadat bangsa ini.

Pengembangkan dan cara membina seni tradisional dihadapkan pada persaingan yang tajam. Persaingan itu tidak hanya terjadi antara satu daerah tujuan wisata dengan yang lainya akan tetapi terjadi juga diantara satu negara dengan negara yang lainya. Masing-masing negara berusaha menarik lebih banyak wisatawan, untuk lebih lama tinggal dan lebih banyak membelanjakan uangnya ditempat atau daerah yang dikunjunginya. Oleh karena itu tiap negara selalu mencari konsep, agar negara yang bersangkutan tersebut dapat berbuat semaksimal mungkin untuk menyajikan produk wisatanya lebih baik. Untuk memelihara dan membina seni budaya, keindahan alam, fasilitas yang dimiliki, pelayanan yang di berikan, maka pilihan terakhir terletak  pada kekhasan obyek dan atraksi yang dimiliki daerah atau negara yang bersangkutan. Sehingga untuk membenahi seni budaya yang dimiliki, memugarkanya, menggali dan mengembangkanya dan kemudian dalam jangka panjang secara terus menerus dibina secara teratur.

Usaha-usaha pelestarian seni tradisional secara khusus bila dilihat dari kepentingan kepariwisataan, pelestarian seni-seni tradisional dapat mendukung pengembangan wisata budaya di Indonesia. Usaha pelestarian yang dapat dilakukan misalnya saja,menyelenggarakan Pentas Seni,kerajinan tangan,dan industri rumah tangga yang menghasilkan barang-barang kerajinan untuk menunjang berkembangnya kesenian itu sendiri, merintis penyesuaian dan keseimbangan nilai keindahan yang telah ada dengan nilai-nilai baru, sehingga membuka peluang bagi masyarakat kita untuk ikut menghormati hasil-hasil karya baru.

Seni tradisional mempunyai daya tarik yang kuat sebagai tontonan, selain komukatif, ia juga  akrab dengan para penontonnya. Namun, kesenian tradisional dijauhi karena dianggap tidak sesuai dengan alam dan aspirasi generasi muda. Padahal, para wisatawan asing sebenarnya ingin belajar karena mereka menganggap  bahwa setiap warisan budaya yang ada merupakan bagian dari warisan budaya umat manusia  sebagai suatu keseluruhan. Jika bukan generasi muda, lalu siapa yang akan melestarikan? Maka dari itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat melestarikan kelangsungan seni tradisional Indonesia ini, antara lain adalah sebagai berikut.

Pertama, Pemerintah dapat memberikan apresiasi terhadap orang-orang yang berjasa dan berprestasi dalam mengembangkan kebudayaan atau kesenian tertentu. Ke dua, harus ada upaya pengenalan seni budaya bangsa kepada generasi muda lewat sekolah yang harus lebih ditingkatkan. Ketiga, adanya publikasi baik yang menyangkut tentang seni budaya maupun tentang adanya undang-undang yang mengatur barang-barang bersejarah tersebut. Ke empat, kita dapat membentuk suatu Himpunan Warisan Budaya yang dapat menggugah dan membina kesadaran masyarakat secara luas warisan seni budaya yang dimilikinya, memberi pengarahan, dan sosialisasi tentang kebudayaan. Ke lima, adanya penanaman kesadaran dikalangan para wisatawan itu sendiri  untuk bersama-sama memelihara dan menghargai obyek-obyek wisata yang terdiri dari waisan budaya nenek moyang kita.

Berdasarkan hal-hal tersebut, apabila seluruh kalangan masyarakat dapat serempak dan bekerja sama dengan baik demi terjaganya aset pariwisata dan kebudayaan, maka Indonesia akan lebih baik lagi, akan lebih dikenal di dunia. Apabila dunia sudah sadar akan kekayaan budaya di Indonesia, bukan tidak mungin mereka akan berbondong-bondong mendatangi Indonesia, sehingga pendapatan negara dapat bertambah, bahkan lebih jauh lagi akan meningkatkan produktifitas dan pendapatan masyarakat Indonesia sendiri.

 

Daftar pustaka

http://www.beritabali.com/index.php/page/berita/bll/detail/02/05/2013/Bukti-Warga-Buleleng-Tidak-Mau-Ditekan/201107022564

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s