Memartabatkan Transgender

Oleh : Aimma Chusna

NIM : 12104241041

Di era modernisasi ini, banyak sekali kita jumpai dan kita temukan penyimpangan – penyimpangan di masyarakat. Salah satu contohnya adalah perubahan kodrat yang tidak semestinya.  Perubahan kodrat tersebut seakan – akan menjadi hal yang sudah tidak “tabu” dalam masyarakat. Dapat kita lihat laki – laki yang perilakunya “melambai” seperti perempuan, cengeng, lemah gemulai, bahkan berpenampilan layaknya perempuan. Ataupun perempuan yang perilakunya kasar, dan pola perilakunya seperti laki – laki biasa kita sebut “tomboy”. Hal seperti itulah yang dinamakan transgender. Transgender merupakan istilah bagi seseorang yang penampilan maupun perilakunya, tidak sesuai dengan gender pada umumnya (penyimpangan pada perilaku gender). Selain trensgender kita juga mengenal istilah transeksual. Apa bedanya transgender dengan transeksual? Transeksual adalah seseorang yang identitas gendernya berlawanan dengan jenis kelaminyya secara aspek biologis. Mereka merasa terperangkap dalam tubuh yang salah. Ada ketidakpuasan dalam diri mereka, sehingga mereka ingin mengubah jenis kelaminnya. Contohya, seseorang yang terlahir dengan jenis kelamin laki – laki, namun dia merasa bahwa dirinya itu perempuan dan ingin diidentifikasikan sebagai seorang perempuan. Akhirnya dia mengubah jenis kelaminnya menjadi perempuan. Begitu juga sebaliknya.

Perilaku mereka yang tidak sesuai dengan kodrat, bisa menimbulkan homo maupun lesbian. Memang banyak kaum trangender yang mengalami kelainan seksual seperti homo maupun lesbian, hal tersebut terjadi karena banyak faktor. Namun, jangan kemudian menganggap semua transgender maupun transeksual itu homo. Contohnya, seorang pria transgender tertarik pada pria lain karena merasa bahwa dirinya adalah seorang perempuan, dan biasanya perempuan tertarik pada laki – laki.

Ada banyak faktor mengapa mereka melakukan dan bertingkah laku tidak sesuai dengan kodrat yang berlaku. Ada yang memang itu bawaan dari mereka lahir, yaitu pengaruh hormonal yang membentuk karakteristik kelamin manusia, dan ini  bukanlah penyakit mental. Ada juga yang memang mareka menginginkan mengubah diri mereka karena mereka merasa itu bukanlah diri mereka yang sebenarnya, batin mereka memberontak,  hal tersebut biasanya terjadi pada masa mereka remaja, yaitu saat pencarian jati diri, bisa juga karena faktor lingkungan yang memang banyak yang berperilaku seperti itu, jadi mereka ikut – ikutan ataupun terpengaruh dari lingkungan tersebut.

Mereka para kaum transgender juga bersosialisaasi di masyarakat seperti orang pada biasanya. Namun, dalam masyarakat banyak orang mengecam tindakan mereka itu, mereka menganggap para trangeder orang yang hina, terkutuk, bahkan mengucilkan mereka karena mereka mengubah dirinya tidak sesuai kodrat. Banyak juga orang yang menganggap mereka itu adalah sampah masyarakat, yang tidak berguna, tidak bisa apa – apa, hanya membuat malu lingkungan saja. Seakan – akan masyarakat memandang sebelah mata para kaum trangender. Mereka selalu berpikiran negatif tentang mereka. Karena dirasa berperilaku tidak wajar, bahkan banyak keluarga sendiri yang tega mengusir mereka bahkan tidak menganggap mereka anggota keluarga lagi karena mereka malu mempunyai anak seperti itu. Seharusnya, keluargalah yang menjadi penguat maupun pendorong mereka untuk bertahan menghadapi dunia luar, dan keluarga juga yang harusnya memberikan bimbingan maupun arahan agar mereka itu tidak semakin terjebak dalam homo, lesbian,maupun tindakan lainnya, bukan malah memusuhi maupun mengucilkan mereka. Para kaum trangender juga tidak menginginkan mereka terlahir seperti itu. Mereka berusaha ingin seperti orang – orang biasanya, namun apa daya hati dan batin mereka berkata lain, mereka merasa itu bukan diri mereka yang sebenarnya.

Jangan pernah menganggap mereka itu hina, mereka juga sama seperti kita, hanya mereka memilih jalan lain yang memang itu sesuai dengan hati mereka. Hargai mereka seperti kita menghargai orang lain. Gunakanlah hati nurani untuk memandang orang – orang yang memnag kurang beruntung seperti kita. Tidak ada yang salah dari mereka, hanya pemikirn kita saja yang salah apabila menganggap mereka itu seseorang yang hina. Walaupun seorang trangender banyak juga dari mereka yang sukses, menjadi seorang designer, bintang film, model, make up artis dan yang lainnya. Jadi jangan pernah membedakan satu orang dengan yang lainnya, kita semua sama derajatnya di mata Tuhan. Hidup lebih indah bila kita salng menghargai dan mengasihi.

Sumber:

http://edukasi.kompasiana.com

http://www.stikku.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s