Menyiasati Perilaku Konsumerisme

Oleh : Anggraini Bhuwaneswary

NIM : 12104241033

Pada zaman modern sekarang ini, sudah banyak berkembang perilaku yang seharusnya dianggap kurang begitu bermanfaat di masyarakat, salah satu contohnya adalah perilaku konsumerisme. Perlu diketahui bahwa perilaku konsumerisme ini sesungguhnya sudah muncul pada masa awal peradaban manusia.  Konsumerisme sebagai suatu paham yang ditujukan bagi seseorang yang berprilaku konsumtif.  Perilaku konsumtif di sini maksudnya adaah perilaku yang menggunakan barang-barang produksi secara berlebihan dan  bahkan sampai menjadi kebiasaan atau gaya hidup. Seseorang yang memilikiperilaku konsumerisme akan menggunakan barang atau jasa tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan mereka tetapi semata-mata hanya untuk memenuhi kepuasan dalam dirinya.

Pada umumnya, setiap manusia memiliki motivasi untuk berprilaku konsumerisme di dalam dirinya meski kapasitasnya berbeda sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki. Namun, jika dikaitkan dengan kehidupan sekarang, justru yang sering menggunakan barang secara berlebihan yaitu para remaja. Mereka sering sekali membeli barang-barang yang kurang bermanfaat bagi kehidupannya. Misalnya saja fashion atau mode pakaian yang sedang berkembang di kalangan remaja pada saat ini. Demi penampilan, mereka rela mengeluarkan begitu banyak uang agar tidak dikatakan ketinggalan dalam mengikuti perkembangan zaman. Jika mereka memikirkan masa depannya, untuk akankah lebih baik uang tersebut dapat disimpan dan digunakan nanti apabila benar-benar dibutuhkan.

Perilaku konsumerisme dapat menyebabkan hilangnya kesempatan seseorang untuk menabung karena uang yang dimiliki dikeluarkan secara terus menerus. Namun perlu diketahui perilaku konsumerisme juga memiliki dampak yang positif diantaranya; dengan adanya perilaku yang menggunakan barang secara berlebihan dapat menyebabkan produksi suatu barang dapat meningkat, dan dengan keadaan tersebut apat menambah jumlah tenaga kerja di suatu pabrik dan menambah pendapatan di suatu negara.

Banyaksekali faktor-faktor yang menyebabkan seseorang berprilaku konsumerisme, diantaranya :

–         Faktor dari dalam diri individu

Seperti dinyatakan sebelumnya, setiap orang memiliki motivasi dari dalam dirinya untuk berprilaku konsumerisme.

–         Pengaruh individu lain

Salah satu sifat negatif yang dimiliki manusia yaitu mudah sekali terpengaruh. Misalnya saja terpengaruh oleh iklan-iklan yang berkembang di pasaran. Agar tidak dikatakan ketinggalan zaman, mereka rela menghabiskan uang demi hal yang kurang penting.

–         Jumlah materi (uang) yang dimiliki

Setiap orang memiliki tingkat kekayaan yang berbeda-beda. Orang yang memiliki kekayaan lebih seringkali memanfaatkan kekayaannya ke dalam hal-hal yang negatif. Namun bukan berarti orang yang memiliki penghasilan rendah tidak memiliki perilaku konsumtif hanya saja cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang memilki materi lebih, karena keterbatasan yang mereka miliki cukup besar.

–         Pendidikan

Seseorang yang diberikan pengetahuan tentang manfaat suatu barang atau kebutuhan akan mepertimbangkan terlebih dahulu sebelum melakukan pengeluaran untuk memperoleh suatu barang. Apa manfaatnya dan bagaimana cara memperoleh barang tersebut.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku konsumerisme. Dan dalam hal ini yang paling berperan adalah keluarga. Orang tua seharusnya menjadi orang pertama yang mengarahkan kebiasaan seorang anak, salah satunya kebiasaan dalam mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhannya. Orang tua juga menjadi contoh teladan yang dapat ditiru anak pertama kali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s