Harapan Peran Mahasiswa dalam Dunia Politik

Nama   : M. Ilham M.

NIM    : 12104241036

Peran mahasiswa dalam dunia politik di Indonesia memiliki andil yang besar. Gerakan moral politik dan pembaruan sistem lama yang buruk ke sistem yang lebih baik adalah wujud peran mahasiswa. Peristiwa-peristiwa besar di Indonesia seperti Pergerakan Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Peristiwa Trisakti dan lainnya digerakkan oleh pemuda atau mahasiswa. Sejarah telah membuktikan bahwa mahasiswa atau pemuda merupakan penggerak utama denyut nadi revolusi suatu bangsa di manapun, tak terkecuali Indonesia.

Gerakan mahasiswa saat ini diwujudkan dalam menanggapi setiap upaya depolitisasi yang dilakukan Pemerintah/Penguasa. Terutama, ketika maraknya Korupsi, ketidakadilan, ketimpangan, pembodohan, dan penindasan terhadap hak-hak rakyat. Mahasiswa beperan sebagai perpanjang aspirasi rakyat, gerakan mahasiswa lebih banyak mengacu pada panggilan nurani atas kepeduliannya terhadap lingkungannya serta agar dapat berbuat lebih banyak bagi perbaikan kualitas hidup bangsa. Jadi, gerakan yang dilakukan mahasiswa berupa koreksi atau kontrol atas kejadian politik yang melenceng dan merugikan rakyat. Baca lebih lanjut

“Membudayanya Sistem Kebut Semalam Di Kalangan Pelajar”

Oleh : Ely Fauziyah

NIM : 12104241003

eli

Sistem Kebut Semalam atau biasa disebut SKS merupakan salah satu metode belajar yang akhir-akhir ini sudah membudaya di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh semaki canggihnya jejaring sosial seperti facebook dan twitter sehingga hampir seluruh peserta didik menggunakan metode sistem kebut semalam ini. Mungkin memang benar pendapat mereka, bahwa metode SKS terutama ketika hendak ujian itu menjadikan mereka ingat saat mengerjakan soal ujian. Namun, itu hanya bersifat sementara. Karena di sini yang mereka cari bukanlah kemanfaatan dari ilmu tersebut, tapi nilai yang diutamakan mereka.

Pelajaran sebenarnya mempunyai banyak manfaat apabila peserta didik mau mencarinya. Dalam proses memperoleh kemanfaatan tersebut, seharusnya peserta didik tidak menggunakan metode SKS ini, melainkan dengan mencicilnya. Namun pada kenyataannya, mereka cenderung malas untuk belajar secara bertahap atau berangsur-angsur. Padahal, belajar secara bengangsur-angsur itu memudahkan mereka mengingat materi pelajaran. Dalam hal ini, metode SKS hanya akan membuat pikiran menjadi pusing, karena harus menghafalkan semua materi sekaligus. Akhir-akhir ini yang banyak terjadi adalah ketika mengisi waktu luangnya, peserta didik cederung lebih suka online dibandingkan dengan belajar ataupun membaca. Baca lebih lanjut