“Membudayanya Sistem Kebut Semalam Di Kalangan Pelajar”

Oleh : Ely Fauziyah

NIM : 12104241003

eli

Sistem Kebut Semalam atau biasa disebut SKS merupakan salah satu metode belajar yang akhir-akhir ini sudah membudaya di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh semaki canggihnya jejaring sosial seperti facebook dan twitter sehingga hampir seluruh peserta didik menggunakan metode sistem kebut semalam ini. Mungkin memang benar pendapat mereka, bahwa metode SKS terutama ketika hendak ujian itu menjadikan mereka ingat saat mengerjakan soal ujian. Namun, itu hanya bersifat sementara. Karena di sini yang mereka cari bukanlah kemanfaatan dari ilmu tersebut, tapi nilai yang diutamakan mereka.

Pelajaran sebenarnya mempunyai banyak manfaat apabila peserta didik mau mencarinya. Dalam proses memperoleh kemanfaatan tersebut, seharusnya peserta didik tidak menggunakan metode SKS ini, melainkan dengan mencicilnya. Namun pada kenyataannya, mereka cenderung malas untuk belajar secara bertahap atau berangsur-angsur. Padahal, belajar secara bengangsur-angsur itu memudahkan mereka mengingat materi pelajaran. Dalam hal ini, metode SKS hanya akan membuat pikiran menjadi pusing, karena harus menghafalkan semua materi sekaligus. Akhir-akhir ini yang banyak terjadi adalah ketika mengisi waktu luangnya, peserta didik cederung lebih suka online dibandingkan dengan belajar ataupun membaca.

Budaya sistem kebut semalam sering terjadi dengan alasan belajar itu membosankan, capek, melelahkan, dan alasan-alasan lainnya yang membuat mereka dengan santainya meremehkan tugas ataupun pelajarannya. Kasus seperti ini apabila tidak ditindak lanjuti akan merusak generasi penerus Bangsa. Metode ini hanya akan membuat peserta didik semakin malas belajar.  Sedangkan Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang rajin, tekun, dan tidak bermalas-malasan. Jikalau untuk belajar saja mereka malas, bagaimana mengatur Bangsa ini?

Rutinitas belajar peserta didik sangat dipengaruhi kegiatan sehari-hari dan lingkungannya. Apabila mereka sering berkumpul di lingkungan yang benar-benar sangat mementingkan kegiatan belajar, mereka juga akan terbiasa belajar sedikit demi sedikit. Namun pada kenyataannya, sifat manusia yang sangat menonjol adalah keinginannya untuk memuaskan diri, memenuhi kebutuhan diri, menyenangkan diri, atau dengan kata lain keinginan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. Terutama masa-masa SMP dan SMA yang masih sangat labil. Peserta didik pada usia ini lebih egois dalam mencapai keinginannya mereka sendiri tanpa memikirkan kewajiban untuk belajar. Masa-masa SMP dan SMA adalah masa di mana siswa lagi senang-senangnya bermain dengan teman-temannya, belum memikirkan masa depannya, sehingga belajarpun apabila hendak ujian saja.

Melihat kasus metode SKS ini sudah membudaya, untuk menanggulanginya adalah dengan mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mencicilnya meskipun terpaksa. Agar menjadi kebiasaan yang baik, biasanya memang dimulai dengan keterpaksaan terlebih dahulu. Jika dijalani, maka akan menjadi sebuah kebiasaan yang akan merubah metode belajar siswa.

Cara mencicil ini sangatlah baik untuk merubah kebiasaan belajar peserta didik. Meskipun sedikit, seperti pepatah yang mengatakan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Pepatah itu benar. Belajar sedikit itu lebih baik daripada tidak belajar sama sekali. Selain itu, ilmu pengetahuan yang mereka peroleh akan selalu mereka ingat dan bermanfaat apabila ilmu tersebut diamalkan. Karena, sedikitnya ilmu akan bermanfaat apabila diamalkan daripada banyaknya ilmu tetapi hanya dipendam. Jadi, agar belajar siswa menjadi efektif, siswa harus menggantikan metode SKS dengan metode mencicil dan mengamalkan ilmu  pengetahuan yang diperoleh. Selain ilmu tersebut bermanfaat, ilmu itupun akan selalu siswa ingat.

One response to ““Membudayanya Sistem Kebut Semalam Di Kalangan Pelajar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s