Apa Kabar Pendidikan di Pelosok Negeri ?

Oleh Pembayun Wresti Woro Ardhani

NIM 1210424130

Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pembangunan pendidikan sangat penting karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan: sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Karena itu, pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia.

Pendidikan di Indonesia di zaman modern ini sudah semakin berkembang, dari gedung yang sudah bertingkat sampai fasilitas-fasilitas yang serba modern. Namun, keadaan ini sangat berbeda dengan keadaan pendidikan yang ada di pelosok negeri. Hal ini didukung dengan fakta yang ada di lapangan adanya sekolah-sekolah di pelosok negeri yang masih belum sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dari sudut sarana prasarana, tenaga pengajar, kurikulum, aksesbilitas, bahkan kualitas anak didik itu sendiri.

Siswa-siswi diperkotaan bisa dengan mudah menempuh jarak menuju ke sekolah dengan berbagai sarana transportasi yang tersedia di daerah perkotaan. Selain itu mereka juga tidak perlu bersusah payah untuk mencari biaya sekolah karena orang tua mereka sudah mampu mencarikan biaya untuk sekolah.

Namun sangat berbeda dengan keadaan di perkotaan. Di pelosok negeri, siswa-siswi disana harus berjuang untuk dapat menuju ke sekolah, bahkan ada yang harus mempertaruhkan nyawa karena akses jalan menuju ke tempat mereka menuntut ilmu sangatlah mengenaskan, seperti harus menyeberangi sungai menggunakan jembatan gantung yang sudah rusak, karena jika menggunakan jalan memutar, maka akan lebih jauh lagi jarak yang mereka tempuh. Atau selain itu ada juga yang melewati hutan-hutan lebat yang didalamnya bisa saja terdapat binatang buas. Belum lagi mereka juga harus bersusah payah membantu orang tua mencari biaya agar mereka tetap bisa bersekolah.

Disamping itu masih banyak gedung sekolah yang tidak layak guna untuk. belajar di runag kelas yang memiliki atap berlubang dengan kayu-kayu yang sudah lapuk. Ditambah lagi kondisi dinding bangunan yang sudah retak. Seperti di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga ditemukan sekolah dengan kondisi memprihatinkan. Lihat saja ruang-ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri Karang Tengah 02 Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang kondisinya rusak parah. Dinding terkelupas, atap rusak, dan lantainya hancur. Padahal, jaraknya hanya sekitar 60 kilometre dari Jakarta dan belum terjangkau program perbaikan dari pemerintah. Di lain tempat bahkan ada juga sekolah yang menggunakan bekas kandang hewan karena tidak adanya biaya bahkan perhatian dari pemerintah setempat untuk memperbaiki gedung sekolah menjadi lebih layak pakai. Dengan kondisi yang seperti itu apakah siswa-siswa ini bisa belajar dengan nyaman ? jawabannya pasti tidak, karena belajar di tempat seperti itu pasti akan merasa khawatir dengan keselamatan mereka dan juga mengganggu karena mungkin pasti tercium bau tidak enak dari kandang.

Masalah lain yang masih menyangkut pendidikan di pelosok negeri yaitu banyak anak negeri yang tak bisa bersekolah hanya karena mahalnya biaya dalam mengakses pendidikan di sekolah.  Pemerintah seakan menutup mata terhadap kondisi pendidikan kita sekarang. Rakyat miskin yang tak dapat membayar biaya sekolah menjadi suatu hal yang biasa. Anak-anak yang seharusnya berada di sekolah, dengan terpaksa bekerja demi memenuhi kebetuhan hidupnya . Pun anak yang sekolah, tak lepas dari masalah tanggungan biaya yang harus dibayar untuk sekedar mendapatkan ilmu. Sekolah seakan menjadi barang mahal yang harus ditebus dengan uang untuk mendapatkannya. Seburuk itukah kondisi pendidikan kita ?

Pemerataan pendidikan dalam arti pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan telah lama menjadi masalah yang mendapat perhatian, terutama di negara-negara sedang berkembang. Pemerataan pendidikan mencakup dua aspek penting yaitu equality dan equity. Equality atau persamaan mengandung arti persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, sedangkan equity bermakna keadilan dalam memperoleh kesempatan pendidikan yang sama diantara berbagai kelompok dalam masyarakat. Akses terhadap pendidikan yang merata berarti semua penduduk usia sekolah telah memperoleh kesempatan pendidikan, sementara itu akses terhadap pendidikan telah adil jika antar kelompok bisa menikmati pendidikan secara sama (Eka, R. 2007. Kondisi Pemerataan Pendidikan di Indonesia ).

Era global ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan industri, kompetisi dalam semua aspek kehidupan ekonomi, serta perubahan kebutuhan yang cepat didorong oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Untuk memenuhi perkembangan ilmu dan teknologi, diperlukan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan hingga ke pelosok negeri. Untuk mengatasi kebutuhan pendidikan bagi mereka adalah upaya penerapan cara non konvensional. Cara lain itu adalah memanfaatkan potensi, kemajuan serta keluwesan teknologi baru. Sekalipun teknologi baru seperti teknologi komunikasi, informasi dan adi-marga menawarkan pemerataan pendidikan dengan biaya yang relatif rendah (Ono Purbo, 1996), penggunaannya masih merupakan jurang pemisah antara ‘yang kaya’ dan ‘yang miskin’. Dalam melaksanakan cara tersebut harus dilakukan setransparan mungkin agar semua tujuan dari usaha pemerataan pendidikan hingga ke pelosok negeri tersampaikan dengan sebagaimana mestinya.

One response to “Apa Kabar Pendidikan di Pelosok Negeri ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s