Politik Budaya untuk Pemersatu NKRI

Oleh  : Nadya Elga Puspitia

NIM : 12104241016

Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa atau etnik, setiap suku memiliki budaya masing- masing. Negara Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budayanya. Seperti yang dikatan oleh Jero Wacik “Tak dapat dimungkiri, bangsa Indonesia telah terdiri dan terbangun dari keanekaragaman dan perbedaan sedari dulu,” katanya saat mewakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada pembukaan “Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia (TKTBI) 2011” di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Jumat.

Keanekaragaman itulah yang seharusnya menjadi pemersatu bangsa dan NKRI. untuk bisa menyatukan budaya yang berbeda tersebut disini peran politik budaya sangat di utamakan. Apa itu politik budaya? Politik itu sendiri dapat diartikan segala cara untuk mencapai tujuan sedangkan budaya politik adalah cara-cara yang digunakan untuk mempopulerkan budaya dalam segala bidang.

Perbedaan budaya yang sangat banyak di Indonesia seharusnya tidak terpecah belah, karena banyak suku yang ingin mengungguli suku lain dan kebudayaan satu ingin mengungguli kebudayaan yang lain, oleh sebab itu budaya Indonesia harus menjadi alat pemersatu bangsa bukan alat pemecah bangsa. Kita sebagai bangsa yang baik, kita harus memiliki rasa toleransi antar masyarakat sehingga tidak terjadi perpecahan.

Cara-cara untuk mempopulerkan budaya dan mengenalkan keragaman budaya  nasional yang dapat mempersatukan NKRI yang lebih berpengaruh sekarang ini melalui jejaring sosial, baik facebook, twitter maupun jejaring sosial lainnya. Hal ini menjadi peluang yang sangat baik karena trend gaya hidup masyarakat Indonesia terutama dikota-kota besar telah bergeser pada gadget dan internet. Pengaruh jejaring sosial sangat besar, misalnya dalam memilih tempat wisata turis baik manca maupun domestic lebih percaya pada banyaknya orang yang membicarakan di jejaring sosial ataupun merekomendasikan di jejaring sosial. Posisi indonesia dengan pengguna jejaring sosial untuk media twitter yang menempati posisi kelima dunia seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk politik budayanya agar budaya Indonesia dapat dikenal oleh terutama warga dalam negri dan warga luar negri pada umumnya.

Generasi muda sekarang ini kurang mengenal budayanya sendiri. Proses pendidikan belajar mengajar dalam bentuk formal maupun non formal, disini siswa-siswi tidak hanya di bekali pelajaran seperti matematika, biologi, geografi ataupun fisika tetapi mereka di ajarkan seni. Seni budaya dari kebudayaan-kebudayaan berbagai daerah yang ada di Indonesia terutama kebudayaan dari tempat siswa-siswi itu tinggal. Dengan begitu mereka, generasi muda dapat mengenal budayanya sehingga merasa memiliki budayanya. Dengan rasa kepemilikannya dari situlah mereka dapat menjaga dan melestarikan budayanya dan merasa menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui bidang entertainment, cara mempopulerkan budaya dengan memasukan unsur-unsur budaya itu sendiri dalam sebuah film. Pada umumnya masyarakat jaman sekarang lebih suka menonton film dari pada untuk membaca buku tentang kebudayaan sehingga dengan film dan iklan yang menarik  warga dalam negri dan warga luar negri tertarik untuk mempelajarinya dan mengenalnya.

Mengikutsertakan Indonesia dalam kebudayaan dunia. Disinilah kita lebih bebas mengespresikan dan memperkenalkan di mata seluruh orang di dunia dengan banyak mengikuti festival atau perlombaan yang membuat Indonesia terkenal dimata dunia dan lebih sering mempergunakan bahasa Indonesia agar seluruh dunia bisa melihat keunikan dan keragamannya budaya Indonesia.

Dari cara yang digunakan warga Indonesia di atas bertujuan sama yaitu untuk membawa nama Indonesia dan budaya yang terdapat didalamnya untuk bisa dikenal oleh warga Indonesia itu sendiri supaya budayanya tetap lestari dan untuk menjaga persatuan NKRI denga adanya budaya tersebut untuk diperkenalkan di kancah internasional.

Kendala yang dihadapi dalam mempolitikan budaya untuk pemersatu NKRI yaitu pada era sekarang ini para generasi muda atau generasi penerus kurangnya minat untuk mempelajari budayanya sendiri, dan lebih berminat mempelajari budaya luar. Sehingga seperti mereka tidak mengenal budayanya sendiri dan dari situlah ketika budaya kita di akui oleh Negara lain tidak segera tanggap.

Ketidak cintanya kita kepada budaya dan kurang bersatu mempertahankan budaya kita sendiri dari situlah budaya kita mudah dijajah dan diakui oleh bangsa lain seperti kasus tari pendet, lagu “anak kambing” saya dari Maluku di klaim dan di eksploitasi oleh Malaysia. Itu adalah sebagian kecil saja budaya Indonesia yang di klaim oleh Malaysia, padahal jika melihal sejarah malaysialah yang dulu belajar ke Indonesia. Bagaimana bisa budaya kita diklaim oleh negara lain selama bertahun-tahun kita tidak sadari dan itu tidak hanya 1 budaya, sedangkan kita sebagai Warga Negara Indonesia sendiri hanya diam saja? Berbahaya karena bila kita kehilangan budaya yang kita miliki dan diakui oleh bangsa lain, maka kita sama saja di curi identitasnya oleh bangsa lain.

Disisi lain faktor dalam negri sendiri yang sangat berpengaruh terhadap perpecahan antar suku karena kurang komunikasi antar budayanya. Sekarang seberapa perlu kita mempelajari budaya daerah yang ada di Indonesia?  Mempelajari budaya daerah atau kebudayaan Indonesia sangat penting agar kita tetap kaya dengan kebudayaan dan tidak kehilangan identitas budaya kita sendiri serta kesatuan tetap terjaga dan tidak terjadi perpecahan antar suku karena kurangnya komunikasi antar budaya daerah.

Sumber:

http://inbe-olive.blogspot.com/2012/02/mengapa-nkri-menjadi-harga-mati-bagi.html

http://internasional.kompas.com/read/2011/07/23/11260599/Keberagaman.Budaya.Jadi.Kekuatan.NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s