Ada Apakah Antara TNI dengan Polisi?

Oleh : Anisah

NIM : 12104241013

Peristiwa antara TNI dengan kepolisian merupakan persoalan jangka pendek dan jangka panjang. Penyerangan TNI dengan kepolisian bukan peristiwa yang pertama  melainkan berkali-kali terjadi.

Dalam kasus Martapura, apa yang dilakukan kepolisian dengan penembakan langsung itu cara militer. Kasus tersebut menurut saya harus diselesaikan secara hukum, tetapi solidaritas corps di TNI yang berlebihan itu juga tidak baik, apalagi diperlihatkan ke lembaga lain.

Pandangan warga terhadap konflik tersebut yaitu kurang baik karena polisi itu seharusnya mengayomi masyarakat tetapi malah justru polisi sendiri yang mencontohkan yang tidak sesuai dengan profesinya. Contoh hal kecil saja, Menurut saya pribadi, polisi zaman sekarang itu kurang. Kurang dalam arti pengamanannya. Pernah terjadi kasus didesa saya, dalam orang hajatan biasanya ada tanggapan atau tontonan misalnya organ.Kebanyakan anak remaja itu pesta meminum minuman yang memabukkan, harusnya sebagai contoh dimasyarakat, polisi meraziah minuman dan membuangnya,tetapi malah polisi itu juga ikut-ikutan minum. Apakah itu yang dinamakan contoh dimasyarakat?  Polisi seharusnya mengayomi masyarakatnya supaya masyarakatnya bisa tertib dan aman.

Pandangan pemerintah yaitu sangat kecewa sekali karena polisi dengan TNI seharusnya yang menangani masalah tersebut tetapi malah yang bikin risuh sendiri, pemerintahpun merasa malu. Dampaknya itu kemasyarakat juga dengan menimbulkan korban jiwa. Bukan hanya luka-luka saja bahkan ada juga yang sampai meninggal.

Penyelesaian konflik antar kedua lembaga ini bukan hanya sekedar minta maaf. Secara kelembagaan kepolisian dan militer  ini serupa tetapi tidak sama. Padahal bekal polisi itu sangat banyak, mulai dari mengatur lalu lintas hingga terorisme. Menurut ketua komisi 1 DPR yang membidangi pertahanan, Mahfud siddiq yaitu konflik tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kecemburuan sosial aparat TNI dalam pengamanan. Kecemburuan sosial aparat TNI dalam pengamanan. Kecemburuan sosial dengan TNI dan kepolisian, dimana kecemburuan sosial ini sudah terjadi sejak dulu. Sebelumnya, puluhan anggota TNI dari Batalyon Armed membakar kantor Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra selatan, pada tanggal 7 maret. Dalam peristiwa tersebut 4 orang anggota polisi mengalami luka tusuk dan dari masyarakat juga menimbulkan banyak korban.

Solusinya, anggota kepolisian dan TNI harus sadar bahwa dia itu siapa dan bertindak sebagai apa? Dalam arti bertindak sesuai dengan profesinya. Selain kesadaran diri mungkin  perlu bimbingan juga.

Sumber

http://hukum.kompasiana.com/2013/03/07/konflik-tni-vs-polri-karena-polisi-hanya-tajam-kebawah-540886.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s