Solar Langka Nelayan Nganggur

Oleh : Dhani Wijayanti Benggolo

NIM : 12104244045

Penyebab terjadinya kelangkaan solar pada dasarnya, disebabkan oleh pendistribusian solar yang tidak merata dan adanya penimbunan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan di jualnya ketika harga solar tinggi. Direktur Utama PT Pertamina, Agustiawan mengungkapkan penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah daerah. Karena saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 23 April 2013 (VIVAnews.com).Adanya ketidak cocokan data kuota yang dialokasikan antara yang ditetapkan di DPR dengan perhitungan Pertamina menyebabkan terjadi kelangkaan di beberapa daerah. Kejadian ini sangat terasa bagi para nelayan yang hidup dengan mengandalkan berlayar. Sebab, sarana dan prasarana yang mereka gunakan membutuhkan bahanbakar jenis solar.

Penimbunan yang dilakukan oleh pedagang eceran tidak lagi dengan melakukan pembelian ke SPBU dengan membawa “tempat penampungan dengan ukuran besar”, karena hal ini tidak mungkin dilakukan melihat banyaknya aparat yang sudah berjaga-jaga di area SPBU.

Akan tetapi para pedagang eceran tidak kekurangan akal, mereka mengantri di SPBU untuk mengisi BBM dengan menggunakan tangki kendaraan bermotor, dan kemudian BBM yang sudah diisikan ke tangki kendaraan di bawa ke tempat penampungan. Baca lebih lanjut

Iklan

Ironi Negara Agraris Import Beras

Oleh : Kurnia Dwi Cahyani

NIM : 12104241029

Negara Agraris adalah negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan sebagian besar wilayahnya adalah sawah. Negara Indonesia adalah salah satu negara agraris, karena mata pencaharian utama masyarakat Indonesia pada umumnya adalah petani dan sebagian besar wilayah Indonesia adalah sawah. Berbagai hasil pertanian diunggulkan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

Negara Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini terbukti dengan keadaan tanah Indonesia yang sangat subur. Negara Indonesia memiliki peran penting sebagai produsen bahan pangan di mata dunia. Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga dunia setelah China dan India.

Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Meski menduduki posisi ketiga sebagai negara penghasil pangan di dunia, hampir setiap tahun Indonesia selalu menghadapi persoalan berulang dengan produksi pangan terutama beras. Produksi beras Indonesia yang begitu tinggi belum bisa mencukupi kebutuhan penduduknya, akibatnya Indonesia masih harus mengimpor beras dari Negara penghasil pangan lain seperti Thailand. Salah satu penyebab utamanya adalah jumlah penduduk yang sangat besar. Makanan pokok semua penduduk adalah beras sehingga sudah jelas kebutuhan beras menjadi sangat besar. Baca lebih lanjut

Bidikmisi, Mempermudah atau Justru Mempersulit Mahasiswa?

Oleh : Sayu Made Roswita palupi

NIM : 12104241006

Belakangan ini biaya hidup menjadi melambung, berimbas kepada rakyat kecil yang berpendaptan rendah. Mereka harus memutar otak dan bekerja lebih giat lagi untuk tetap bertahan hidup di kehidupan yang keras seperti sekarang ini, serta untuk tetap bisa memberi makanan untuk perut mereka yang menjerit-jerit tak tahu malu. Beban yang dirasakan mereka tak henti-hetinya mendera, tidak hanya dari bahan pokok yang setiap saat merangkak naik, bahan bakar minyak bahkan hingga biaya pendidikan yang tak memberikan toleransi kepada rakyat kecil untuk tetap bisa kuliah.

Bayang-bayang perguruan tinggi pun seakan harus terhapus dari benaknnya, untuk makan saja harus bekerja dengan susah payah apalagi harus membiayai uang perkuliahan yang dari tahun ketahun terus meningkat. Banyak calon-calon mahasiswa yang seharusnya mampu secara akademik serta memiliki prestasi tetapi tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi karena masalah ekonomi yang melilit tak mau melepaskan mereka.

Pendidikan dan uang, dua faktor penting yang selalu menghantui setiap insan. Tanpa uang tidak akan bisa merasakan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi  dan tanpa pendidikan tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk mendapatkan uang. Baca lebih lanjut

MLM Merambah, Mahasiswa Resah?

Oleh : Wahyu Kurniawan

NIM : 12104244042

MLM,apa si MLM itu sebenarnya?

Secara umum, MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baikuntuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain. Biasanya bisnis ini mengatakan bahwa usahanya adalah usaha dibidang perdagangan dengan menjual obat, pulsa, bahkan pembalut herbal, dan lain-lain. Dan bisnis ini mulai berkembang diawal 2005-an,serta sangat marak berkembang didaerah perkotaan-perkotaan. Tapi,akhir-akhir ini mulai banyak yang menggunakan bisnis semacam ini untuk dijadikan ajang penipuan, terhadap para nasabah yang ikut dalam bisnis tersebut. MLM yang diawal kemunculannya berbasis kekeluargaan,lama-lama justru berpola seperti “hukum rimba”, siapa kuat dia penguasanya. Maksudnya di bisnis ini biasanya yang memiliki posisi teratas dia yang akan menerima uang dengan mudah. Sementara yang berada dibawah harus susah payah mencari networking demi mendapat keuntungan dalam bisnis ini.

Dan hingga saat ini mulai banyak networking atau nasabah yang mulai merasa bisnis ini mengandung unsur penipuan. Misalnya, ketika para nasabah ini memikirkan dari mana upah yang mereka dapatkan,padahal mereka hanya membayar seperti modal awal,akan tetapi dengan gampangnya mereka langsung mendapatkan uang diawal-awal mereka masuk menjadi nasabah. Yang selajutnya ada dari beberapa nasabah yang merasa bahwa bisnis ini menggunakan unsur hipnotis ketika perekrutan para nasabah. Biasanya para calon nasabah akan dibawa kesuatu tempat,dan disitu sudah ada dari para “sesepuh” bisnis tersebut yang mengelilingi si Calon nasabah ini,dan layaknya hipnotis akhirnya calon nasabah ini mau ikut bisnis tersebut tanpa ada kontrol sebelumnya. Baca lebih lanjut

Pasar Gelap Ganggu Keuangan

Oleh : Pandu Prapanca

NIM : 12104241037

Dalam perdagangan duniaIndonesia merupakan tujuan pasar produsen dunia ini merupakan sumber devisa Negara, Karena dalam proses masuknya barang-barang dagang ke Indonesia harus ada bea cukainya. Akan tetapi dengan adanya bea cukai tersebut para pelaku bisnis ini memutar otak untuk dapat lolos dari bea cukai, Mengingat biaya cukai cukup tinggi yang menyebabkan penurunan laba barang dagang. Pasar gelap adalah solusi usaha mereka, dimana transaksi jual beli dengan tidak melalui proses bea cukai atau selundupan, dengan segala resiko para pelaku bisnis yaitu penyitaan barang. Penyebab lain dari pasar gelap adalah tingginya permintaan akan suatu barang oleh masyarakat, ini merupakan kesempatan besar dari pengusaha untuk mendapat keuntungan lebih dari penjualannya. Kegiatan ini mulai menjamur di Indonesia selain karena pengawasan yang kurang, kegiatan ini menjadi sulit diberantas karena adanyaketerlibatan oknum petugas yang melegalkan transaksi tersebut.  Alasannya karena para pelaku bisnis berani membayar (menyuap) agar dapat melegalkan barang-barang selundupan. Baca lebih lanjut

Pengoptimalan Hasil Kelautan Di Balik Keserakahan Pihak Asing

Oleh : Leni Indriani

NIM : 12104241027

Sebagai Negara yang dikenal dengan Negara Maritim yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia dinilai belum memanfaatkan kekayaan lautnya secara maksimal. Belakangan ini nasib nelayan tradisional di perbatasan sangat miskin dibanding nelayan asing yang kehidupannya gemerlap. Dari segi peralatan dan kapal pun, nelayan Indonesia yang tinggal di perbatasan sangat jauh berbeda dari nelayan asing. Mereka tak mampu menelan kekecewaan terhadap kondisi yang menimpa nasib mereka yang kian hari kian menyedihkan.

Hasil tangkapan mereka semakin menurun dari waktu sebelumnya. Mereka seperti penonton, sementara orang-orang asing itu mengeruk hasil laut yang kaya akan hasil perikanan. Tak asing lagi bagi mereka jika kekayaan hasil laut dijaring oleh nelayan-nelayan asing dengan alat tangkap serta alat navigasi kapal yang serba canggih. Sementara mereka hanya gigit jari melihat nelayan-nelayan asing mencuri dengan gagah berani.

Keinginan untuk mendapatkan tangkapan ikan yang banyak sepertinya tak akan pernah mereka alami, untuk makan saja mereka harus bekerja keras apalagi untuk membeli alat tangkap yang canggih dan modern. Ekonomi menjadi kendala utama yang membuat mereka tetap memilih alat tangkap tradisional dan tidak menggunakan alat tangkap yang canggih dan modern. Baca lebih lanjut

Kerajinan Kain Flanel Untuk Ibu Rumah Tangga

Oleh : Pangestu Tri Wulan Ndari

NIM : 12104241012

Berdasarkan hasil pengamatan, kebanyakan ibu rumah tangga terkadang merasa bosan karena bila pekerjaan rutinitasnya seperti menjaga anak, memasak, membereskan rumah, mencuci dan menyetrika sudah selesai, mereka bingung harus mengisi waktu luang dengan kegiatan apa. Terlebih mereka juga jarang punya waktu untuk keluar rumah karena ada anak yang tidak bisa diabaikan, terlebih bila anak masih dalam usia kecil.

Lalu, apa solusi yang bagus untuk masalah ibu rumah tangga?

Mencoba menjalankan usaha rumahan dengan modal yang kecil seperti usaha kerajinan kain flanel ini, mungkin menjadi solusi yang bagus untuk ibu rumah tangga. Disamping bisa dijadikan kegiatan untuk mengusir kebosanan, lewat usaha yang dijalankan dari rumah, para ibu rumah tangga pun bisa mendapat tambahan penghasilan yang dapat digunakan untuk membantu suami dalam perekonomian rumah tangga. Baca lebih lanjut