Solar Langka Nelayan Nganggur

Oleh : Dhani Wijayanti Benggolo

NIM : 12104244045

Penyebab terjadinya kelangkaan solar pada dasarnya, disebabkan oleh pendistribusian solar yang tidak merata dan adanya penimbunan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan di jualnya ketika harga solar tinggi. Direktur Utama PT Pertamina, Agustiawan mengungkapkan penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah daerah. Karena saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 23 April 2013 (VIVAnews.com).Adanya ketidak cocokan data kuota yang dialokasikan antara yang ditetapkan di DPR dengan perhitungan Pertamina menyebabkan terjadi kelangkaan di beberapa daerah. Kejadian ini sangat terasa bagi para nelayan yang hidup dengan mengandalkan berlayar. Sebab, sarana dan prasarana yang mereka gunakan membutuhkan bahanbakar jenis solar.

Penimbunan yang dilakukan oleh pedagang eceran tidak lagi dengan melakukan pembelian ke SPBU dengan membawa “tempat penampungan dengan ukuran besar”, karena hal ini tidak mungkin dilakukan melihat banyaknya aparat yang sudah berjaga-jaga di area SPBU.

Akan tetapi para pedagang eceran tidak kekurangan akal, mereka mengantri di SPBU untuk mengisi BBM dengan menggunakan tangki kendaraan bermotor, dan kemudian BBM yang sudah diisikan ke tangki kendaraan di bawa ke tempat penampungan. Baca lebih lanjut

Iklan

Bidikmisi, Mempermudah atau Justru Mempersulit Mahasiswa?

Oleh : Sayu Made Roswita palupi

NIM : 12104241006

Belakangan ini biaya hidup menjadi melambung, berimbas kepada rakyat kecil yang berpendaptan rendah. Mereka harus memutar otak dan bekerja lebih giat lagi untuk tetap bertahan hidup di kehidupan yang keras seperti sekarang ini, serta untuk tetap bisa memberi makanan untuk perut mereka yang menjerit-jerit tak tahu malu. Beban yang dirasakan mereka tak henti-hetinya mendera, tidak hanya dari bahan pokok yang setiap saat merangkak naik, bahan bakar minyak bahkan hingga biaya pendidikan yang tak memberikan toleransi kepada rakyat kecil untuk tetap bisa kuliah.

Bayang-bayang perguruan tinggi pun seakan harus terhapus dari benaknnya, untuk makan saja harus bekerja dengan susah payah apalagi harus membiayai uang perkuliahan yang dari tahun ketahun terus meningkat. Banyak calon-calon mahasiswa yang seharusnya mampu secara akademik serta memiliki prestasi tetapi tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi karena masalah ekonomi yang melilit tak mau melepaskan mereka.

Pendidikan dan uang, dua faktor penting yang selalu menghantui setiap insan. Tanpa uang tidak akan bisa merasakan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi  dan tanpa pendidikan tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk mendapatkan uang. Baca lebih lanjut