Ada Apakah Antara TNI dengan Polisi?

Oleh : Anisah

NIM : 12104241013

Peristiwa antara TNI dengan kepolisian merupakan persoalan jangka pendek dan jangka panjang. Penyerangan TNI dengan kepolisian bukan peristiwa yang pertama  melainkan berkali-kali terjadi.

Dalam kasus Martapura, apa yang dilakukan kepolisian dengan penembakan langsung itu cara militer. Kasus tersebut menurut saya harus diselesaikan secara hukum, tetapi solidaritas corps di TNI yang berlebihan itu juga tidak baik, apalagi diperlihatkan ke lembaga lain.

Pandangan warga terhadap konflik tersebut yaitu kurang baik karena polisi itu seharusnya mengayomi masyarakat tetapi malah justru polisi sendiri yang mencontohkan yang tidak sesuai dengan profesinya. Contoh hal kecil saja, Menurut saya pribadi, polisi zaman sekarang itu kurang. Kurang dalam arti pengamanannya. Pernah terjadi kasus didesa saya, dalam orang hajatan biasanya ada tanggapan atau tontonan misalnya organ.Kebanyakan anak remaja itu pesta meminum minuman yang memabukkan, harusnya sebagai contoh dimasyarakat, polisi meraziah minuman dan membuangnya,tetapi malah polisi itu juga ikut-ikutan minum. Apakah itu yang dinamakan contoh dimasyarakat?  Polisi seharusnya mengayomi masyarakatnya supaya masyarakatnya bisa tertib dan aman. Baca lebih lanjut

Iklan

Apa Kabar Pendidikan di Pelosok Negeri ?

Oleh Pembayun Wresti Woro Ardhani

NIM 1210424130

Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pembangunan pendidikan sangat penting karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan: sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Karena itu, pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia.

Pendidikan di Indonesia di zaman modern ini sudah semakin berkembang, dari gedung yang sudah bertingkat sampai fasilitas-fasilitas yang serba modern. Namun, keadaan ini sangat berbeda dengan keadaan pendidikan yang ada di pelosok negeri. Hal ini didukung dengan fakta yang ada di lapangan adanya sekolah-sekolah di pelosok negeri yang masih belum sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dari sudut sarana prasarana, tenaga pengajar, kurikulum, aksesbilitas, bahkan kualitas anak didik itu sendiri.

Siswa-siswi diperkotaan bisa dengan mudah menempuh jarak menuju ke sekolah dengan berbagai sarana transportasi yang tersedia di daerah perkotaan. Selain itu mereka juga tidak perlu bersusah payah untuk mencari biaya sekolah karena orang tua mereka sudah mampu mencarikan biaya untuk sekolah. Baca lebih lanjut