Haramnya Bisnis Multi Level Marketing Menurut Agama Islam

Oleh : Rachman Fahrisal

NIM : 12104244046

Menurut saya bisnis MLM itu menggunaan sistem piramida atau jaringan berjenjang melalui jaringan distribusi yang dibangun dengan memposisikan pelanggan atau upline maupun downline sebagai tenaga pemasaran produk dari perusahaan MLM tersebut.Untuk menjadi keanggotaan MLM,seseorang biasanya diharuskan mengisi formulir dan membayar uang dalam jumlah tertentu dan kadang diharuskan membeli produk tertentu dari perusahaan MLM tersebut,tetapi kadang ada yang tidak mensyaratkan untuk membeli produk tersebut.Pembayaran dan pembelian produk tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan point tertentu.Biasanya produk yang ditawarkan yaitu berupa obat-obatan herbal yang sedang ramai dipasaran dan masyarakat disekitar lingkungan kita juga ada modus lain yaitu berupa ke agenan pulsa tronik dengan menggunakan cip penghemat pulsa dan bisa untuk membayar token listrik,speedy,telfon,pulsa dan lain-lain,dengan cara memasukan kode-kode tertentu yang diberikan oleh perusahaan MLM tersebut.Kadang point bisa didapatkan oleh anggota jika ada pembelian langsung dari produk yang dipasarkan, maupun melalui pembelian tidak langsung melalui jaringan keanggotaan.Tetapi kadang point bisa diperoleh tanpa pembelian produk,namun dilihat dari banyak dan sedikitnya anggota yang bisa direkrut oleh orang tersebut,yang sering disebut dengan pemakelaran. Baca lebih lanjut

Iklan

MLM Merambah, Mahasiswa Resah?

Oleh : Wahyu Kurniawan

NIM : 12104244042

MLM,apa si MLM itu sebenarnya?

Secara umum, MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baikuntuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain. Biasanya bisnis ini mengatakan bahwa usahanya adalah usaha dibidang perdagangan dengan menjual obat, pulsa, bahkan pembalut herbal, dan lain-lain. Dan bisnis ini mulai berkembang diawal 2005-an,serta sangat marak berkembang didaerah perkotaan-perkotaan. Tapi,akhir-akhir ini mulai banyak yang menggunakan bisnis semacam ini untuk dijadikan ajang penipuan, terhadap para nasabah yang ikut dalam bisnis tersebut. MLM yang diawal kemunculannya berbasis kekeluargaan,lama-lama justru berpola seperti “hukum rimba”, siapa kuat dia penguasanya. Maksudnya di bisnis ini biasanya yang memiliki posisi teratas dia yang akan menerima uang dengan mudah. Sementara yang berada dibawah harus susah payah mencari networking demi mendapat keuntungan dalam bisnis ini.

Dan hingga saat ini mulai banyak networking atau nasabah yang mulai merasa bisnis ini mengandung unsur penipuan. Misalnya, ketika para nasabah ini memikirkan dari mana upah yang mereka dapatkan,padahal mereka hanya membayar seperti modal awal,akan tetapi dengan gampangnya mereka langsung mendapatkan uang diawal-awal mereka masuk menjadi nasabah. Yang selajutnya ada dari beberapa nasabah yang merasa bahwa bisnis ini menggunakan unsur hipnotis ketika perekrutan para nasabah. Biasanya para calon nasabah akan dibawa kesuatu tempat,dan disitu sudah ada dari para “sesepuh” bisnis tersebut yang mengelilingi si Calon nasabah ini,dan layaknya hipnotis akhirnya calon nasabah ini mau ikut bisnis tersebut tanpa ada kontrol sebelumnya. Baca lebih lanjut