Harapan Peran Mahasiswa dalam Dunia Politik

Nama   : M. Ilham M.

NIM    : 12104241036

Peran mahasiswa dalam dunia politik di Indonesia memiliki andil yang besar. Gerakan moral politik dan pembaruan sistem lama yang buruk ke sistem yang lebih baik adalah wujud peran mahasiswa. Peristiwa-peristiwa besar di Indonesia seperti Pergerakan Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Peristiwa Trisakti dan lainnya digerakkan oleh pemuda atau mahasiswa. Sejarah telah membuktikan bahwa mahasiswa atau pemuda merupakan penggerak utama denyut nadi revolusi suatu bangsa di manapun, tak terkecuali Indonesia.

Gerakan mahasiswa saat ini diwujudkan dalam menanggapi setiap upaya depolitisasi yang dilakukan Pemerintah/Penguasa. Terutama, ketika maraknya Korupsi, ketidakadilan, ketimpangan, pembodohan, dan penindasan terhadap hak-hak rakyat. Mahasiswa beperan sebagai perpanjang aspirasi rakyat, gerakan mahasiswa lebih banyak mengacu pada panggilan nurani atas kepeduliannya terhadap lingkungannya serta agar dapat berbuat lebih banyak bagi perbaikan kualitas hidup bangsa. Jadi, gerakan yang dilakukan mahasiswa berupa koreksi atau kontrol atas kejadian politik yang melenceng dan merugikan rakyat. Baca lebih lanjut

Premanisme Di Kalangan Intelektual

Oleh : Sailah Ribha

NIM : 12104241031

Premanisme merupakan istilah bahasa Belanda, vrijman yang berarti orang bebas, merdeka. Dan, ‘isme’ menunjukkan aliran atau paham. Sekarang ini, istilah premanisme merupakan sebutan pejoratif yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang untuk mendapatkan penghasilan dengan cara kekerasan, seperti pemerasan, penjambretan, perampokan dan lain sebagainya. Menurut Kartodirdjo (1984), bandit sosial (preman) adalah sebagai suatu struktur tipe kepemimpinan sosial yang secara wajar muncul dalam celah-celah ruang sosial di mana penguasa tidak dapat melakukan pengawasan.

Praktik premanisme di Indonesia marak terjadi di bidang politik, ekonomi, sosial, hankam, contohnya di kalangan rakyat kecil seperti sopir – sopir yang dimintai pungutan liar dengan mengatasnamakan suatu organisasi ataupun dengan alasan keamanan dan terkadang memiliki backing orang – orang berseragam yang sebagai aparat negara, kegiatan tersebut sangatlah menghambat kelancaran perekonomian daerah, adanya anggota geng motor yang berperilaku arogan, merusak ketertiban merupakan tindakan premanisme dan kalangan pejabat negara ( kalangan intelektual ) terutama di bidang politik yang saat bermusyawarah mereka sering bertindak arogan jika tidak sependapat dengan usulan pihak lain, cara mereka dalam pemilu mendapatkan suara terbanyak dengan cara memberikan uang terhadap pendukungnya, menjatuhkan lawan dengan teror jelas merupakan tindakan premanisme, adanya kasus suap juga termasuk premanisme karena terjadi kesengajaan untuk merugikan seseorang maupun merugikan negara, pemerasan terhadap wajib pajak juga merupakan praktik premanisme yang terjadi di Indonesia, seseorang yang sudah membayar pajak sesuai dengan yang ditentukan tetapi pihak lain melakukan pemerasan seolah – olah pembayaran wajib pajak yang dilakukan bermasalah sehingga harus membayar lebih. Baca lebih lanjut

Peran Media Sosial dalam Dunia Politik

Oleh : Maulana Taufikqurrohman

NIM : 12104241024

images

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.Media sosial merupakan salah satu media untuk bertukar informasi, dengan menggunakan media sosial jarak tidak menjadi masalah. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi media sosial berkembang dengan pesat contohnya saja sekarang ini untuk mengakses twitter bisa dimana saja.

Pada tahun 1978 media sosial mulai berkembangnya, hal ini ditandai dengan adanya penemuan sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik, ataupun mengunggah dan mengunduh perangkat lunak, semua dilakukan masih menggunakan perangkat telepon yang terhubung dengan modem.

Pengguna media sosial saat ini tidak memandang usia tidak hanya orang dewasa yang menggunakan, banyak sekali anak remaja bahkan anak kecil yang sudah mahir dalam menggunakan media sosial. Kemudahan yang diberikan dalam penggunakan media sosial menarik banyak minat dari semua kalangan. Bandingkan saja dengan media tradisional yang membutuhkan modal besar untuk memilkinya, media sosial bisa diakses dengan mudah dan siapa saja bisa mengakses sendiri dimanapun dirinya mau. Baca lebih lanjut