Ada Apakah Antara TNI dengan Polisi?

Oleh : Anisah

NIM : 12104241013

Peristiwa antara TNI dengan kepolisian merupakan persoalan jangka pendek dan jangka panjang. Penyerangan TNI dengan kepolisian bukan peristiwa yang pertama  melainkan berkali-kali terjadi.

Dalam kasus Martapura, apa yang dilakukan kepolisian dengan penembakan langsung itu cara militer. Kasus tersebut menurut saya harus diselesaikan secara hukum, tetapi solidaritas corps di TNI yang berlebihan itu juga tidak baik, apalagi diperlihatkan ke lembaga lain.

Pandangan warga terhadap konflik tersebut yaitu kurang baik karena polisi itu seharusnya mengayomi masyarakat tetapi malah justru polisi sendiri yang mencontohkan yang tidak sesuai dengan profesinya. Contoh hal kecil saja, Menurut saya pribadi, polisi zaman sekarang itu kurang. Kurang dalam arti pengamanannya. Pernah terjadi kasus didesa saya, dalam orang hajatan biasanya ada tanggapan atau tontonan misalnya organ.Kebanyakan anak remaja itu pesta meminum minuman yang memabukkan, harusnya sebagai contoh dimasyarakat, polisi meraziah minuman dan membuangnya,tetapi malah polisi itu juga ikut-ikutan minum. Apakah itu yang dinamakan contoh dimasyarakat?  Polisi seharusnya mengayomi masyarakatnya supaya masyarakatnya bisa tertib dan aman. Baca lebih lanjut

Iklan

RISKAN! HIV/AIDS di Kaum Terpelajar

Oleh : Nano Ratno Panca Pamungkas

NIM : 12104244044

Sebelum membahas tentang perkembangan HIV/AIDS di Indonesia dan khususnya kaum terpelajar sebaiknya kita tau apa itu HIV/AIDS ? HIV merupakan singkatan dari “human immunodeficiency virus“.  HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel tubuh lainnya). Yang menyebabktan sel-sel tubuh menurun, ketika semakin mengrogoti kematian lah akibatnya. Lalu apa itu AIDS ? Istilah AIDS dipergunakan untuk tahap- tahap infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun.

Di Indonesia sendiri penyakit ini mulai terdeteksi pada tahun 1987 di Bali, dimana seorang turis asal Belanda bernama Edward Hopp  meninggal karena HIV. Sejak kejadian ini penderita penderita hiv/aids mengalami peningkatan. Data dari surveilans HIV/AIDS depkes RI menunjukan dalam kurun waktu 10 terakhir penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan yang pesat dari 2001-2005 mencapai 5321 kasus, kemudian 2005-2009 sudah mencapai 19.973 dan di yakini dari dari 2009-sekarang kasus ini sudah menyerang 21.770 jiwa. Dan yang paling memprihatinkan bahwa penderita HIV/AIDS tedapat pada usia produktif antara 15-39 tahun yang menyumbangkan 81,9 %. Sumber laporan surveilans HIV/AIDS depkes RI. Baca lebih lanjut

Politik Budaya untuk Pemersatu NKRI

Oleh  : Nadya Elga Puspitia

NIM : 12104241016

Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa atau etnik, setiap suku memiliki budaya masing- masing. Negara Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budayanya. Seperti yang dikatan oleh Jero Wacik “Tak dapat dimungkiri, bangsa Indonesia telah terdiri dan terbangun dari keanekaragaman dan perbedaan sedari dulu,” katanya saat mewakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada pembukaan “Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia (TKTBI) 2011” di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Jumat.

Keanekaragaman itulah yang seharusnya menjadi pemersatu bangsa dan NKRI. untuk bisa menyatukan budaya yang berbeda tersebut disini peran politik budaya sangat di utamakan. Apa itu politik budaya? Politik itu sendiri dapat diartikan segala cara untuk mencapai tujuan sedangkan budaya politik adalah cara-cara yang digunakan untuk mempopulerkan budaya dalam segala bidang.

Perbedaan budaya yang sangat banyak di Indonesia seharusnya tidak terpecah belah, karena banyak suku yang ingin mengungguli suku lain dan kebudayaan satu ingin mengungguli kebudayaan yang lain, oleh sebab itu budaya Indonesia harus menjadi alat pemersatu bangsa bukan alat pemecah bangsa. Kita sebagai bangsa yang baik, kita harus memiliki rasa toleransi antar masyarakat sehingga tidak terjadi perpecahan. Baca lebih lanjut

Solar Langka Nelayan Nganggur

Oleh : Dhani Wijayanti Benggolo

NIM : 12104244045

Penyebab terjadinya kelangkaan solar pada dasarnya, disebabkan oleh pendistribusian solar yang tidak merata dan adanya penimbunan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan di jualnya ketika harga solar tinggi. Direktur Utama PT Pertamina, Agustiawan mengungkapkan penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah daerah. Karena saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 23 April 2013 (VIVAnews.com).Adanya ketidak cocokan data kuota yang dialokasikan antara yang ditetapkan di DPR dengan perhitungan Pertamina menyebabkan terjadi kelangkaan di beberapa daerah. Kejadian ini sangat terasa bagi para nelayan yang hidup dengan mengandalkan berlayar. Sebab, sarana dan prasarana yang mereka gunakan membutuhkan bahanbakar jenis solar.

Penimbunan yang dilakukan oleh pedagang eceran tidak lagi dengan melakukan pembelian ke SPBU dengan membawa “tempat penampungan dengan ukuran besar”, karena hal ini tidak mungkin dilakukan melihat banyaknya aparat yang sudah berjaga-jaga di area SPBU.

Akan tetapi para pedagang eceran tidak kekurangan akal, mereka mengantri di SPBU untuk mengisi BBM dengan menggunakan tangki kendaraan bermotor, dan kemudian BBM yang sudah diisikan ke tangki kendaraan di bawa ke tempat penampungan. Baca lebih lanjut

Ironi Negara Agraris Import Beras

Oleh : Kurnia Dwi Cahyani

NIM : 12104241029

Negara Agraris adalah negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan sebagian besar wilayahnya adalah sawah. Negara Indonesia adalah salah satu negara agraris, karena mata pencaharian utama masyarakat Indonesia pada umumnya adalah petani dan sebagian besar wilayah Indonesia adalah sawah. Berbagai hasil pertanian diunggulkan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

Negara Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini terbukti dengan keadaan tanah Indonesia yang sangat subur. Negara Indonesia memiliki peran penting sebagai produsen bahan pangan di mata dunia. Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga dunia setelah China dan India.

Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Meski menduduki posisi ketiga sebagai negara penghasil pangan di dunia, hampir setiap tahun Indonesia selalu menghadapi persoalan berulang dengan produksi pangan terutama beras. Produksi beras Indonesia yang begitu tinggi belum bisa mencukupi kebutuhan penduduknya, akibatnya Indonesia masih harus mengimpor beras dari Negara penghasil pangan lain seperti Thailand. Salah satu penyebab utamanya adalah jumlah penduduk yang sangat besar. Makanan pokok semua penduduk adalah beras sehingga sudah jelas kebutuhan beras menjadi sangat besar. Baca lebih lanjut

Harapan Peran Mahasiswa dalam Dunia Politik

Nama   : M. Ilham M.

NIM    : 12104241036

Peran mahasiswa dalam dunia politik di Indonesia memiliki andil yang besar. Gerakan moral politik dan pembaruan sistem lama yang buruk ke sistem yang lebih baik adalah wujud peran mahasiswa. Peristiwa-peristiwa besar di Indonesia seperti Pergerakan Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Peristiwa Trisakti dan lainnya digerakkan oleh pemuda atau mahasiswa. Sejarah telah membuktikan bahwa mahasiswa atau pemuda merupakan penggerak utama denyut nadi revolusi suatu bangsa di manapun, tak terkecuali Indonesia.

Gerakan mahasiswa saat ini diwujudkan dalam menanggapi setiap upaya depolitisasi yang dilakukan Pemerintah/Penguasa. Terutama, ketika maraknya Korupsi, ketidakadilan, ketimpangan, pembodohan, dan penindasan terhadap hak-hak rakyat. Mahasiswa beperan sebagai perpanjang aspirasi rakyat, gerakan mahasiswa lebih banyak mengacu pada panggilan nurani atas kepeduliannya terhadap lingkungannya serta agar dapat berbuat lebih banyak bagi perbaikan kualitas hidup bangsa. Jadi, gerakan yang dilakukan mahasiswa berupa koreksi atau kontrol atas kejadian politik yang melenceng dan merugikan rakyat. Baca lebih lanjut

“Membudayanya Sistem Kebut Semalam Di Kalangan Pelajar”

Oleh : Ely Fauziyah

NIM : 12104241003

eli

Sistem Kebut Semalam atau biasa disebut SKS merupakan salah satu metode belajar yang akhir-akhir ini sudah membudaya di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh semaki canggihnya jejaring sosial seperti facebook dan twitter sehingga hampir seluruh peserta didik menggunakan metode sistem kebut semalam ini. Mungkin memang benar pendapat mereka, bahwa metode SKS terutama ketika hendak ujian itu menjadikan mereka ingat saat mengerjakan soal ujian. Namun, itu hanya bersifat sementara. Karena di sini yang mereka cari bukanlah kemanfaatan dari ilmu tersebut, tapi nilai yang diutamakan mereka.

Pelajaran sebenarnya mempunyai banyak manfaat apabila peserta didik mau mencarinya. Dalam proses memperoleh kemanfaatan tersebut, seharusnya peserta didik tidak menggunakan metode SKS ini, melainkan dengan mencicilnya. Namun pada kenyataannya, mereka cenderung malas untuk belajar secara bertahap atau berangsur-angsur. Padahal, belajar secara bengangsur-angsur itu memudahkan mereka mengingat materi pelajaran. Dalam hal ini, metode SKS hanya akan membuat pikiran menjadi pusing, karena harus menghafalkan semua materi sekaligus. Akhir-akhir ini yang banyak terjadi adalah ketika mengisi waktu luangnya, peserta didik cederung lebih suka online dibandingkan dengan belajar ataupun membaca. Baca lebih lanjut