Handphone Sebagai Hubungan Sosial

Oleh : Susi Susanti

NIM : 12104241011

Nilai sosial merupakan ukuran, patokan, anggapan yang diikuti oleh orang banyak dalam masyarakat tertentu mengenai benar, pantas, salah atau baik. Mengingat pentingnya nilai sosial di dalam suatu masyarakat, untuk itu perlunya sosialisasi masyarakat, dengan cara mengajarkan kepada masyarakat tentang nilai-nilai sosial lewat media masa sperti televisi, radio, internet, dan koran yang saat ini mudah di jumpai hingga di pelosok negri.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kebutuhan manusia menjadi semakin terpenuhi. Sebagai bagian dari kehidupan manusia sehari-hari hampir pada setiap kegiatan manusia, baik pribadi maupun sosial dilakukan dengan teknologi. Bisa dikatakan teknologi itu tidak akan pernah habis, karena setelah muncul hal baru, maka di masa mendatang akan muncul hal baru yang berbeda kembali. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi tentunya ini merupakan kabar yang menggembirakan. Teknologi membuat hidup kita lebih nyaman, arus informasi menjadi lebih cepat. Berbagai hiburan tersaji kapanpun kita mau tinggal klik televisi, internet, atau media elektronik lainnya. Namun disamping membawa dampak positif juga ada dampak negatif. Baca lebih lanjut

Iklan

Peran Media Sosial dalam Dunia Politik

Oleh : Maulana Taufikqurrohman

NIM : 12104241024

images

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.Media sosial merupakan salah satu media untuk bertukar informasi, dengan menggunakan media sosial jarak tidak menjadi masalah. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi media sosial berkembang dengan pesat contohnya saja sekarang ini untuk mengakses twitter bisa dimana saja.

Pada tahun 1978 media sosial mulai berkembangnya, hal ini ditandai dengan adanya penemuan sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik, ataupun mengunggah dan mengunduh perangkat lunak, semua dilakukan masih menggunakan perangkat telepon yang terhubung dengan modem.

Pengguna media sosial saat ini tidak memandang usia tidak hanya orang dewasa yang menggunakan, banyak sekali anak remaja bahkan anak kecil yang sudah mahir dalam menggunakan media sosial. Kemudahan yang diberikan dalam penggunakan media sosial menarik banyak minat dari semua kalangan. Bandingkan saja dengan media tradisional yang membutuhkan modal besar untuk memilkinya, media sosial bisa diakses dengan mudah dan siapa saja bisa mengakses sendiri dimanapun dirinya mau. Baca lebih lanjut

Hilangnya Rasa Aman Anak Di Keluarga

Oleh : Abdurrahman Haqiqi

NIM : 12104241023

kekerasan anak

Kekerasan terhadap anak sekarang ini terus terjadi. Bahkan, pelaku kekerasan adalah orangtua kandungnya sendiri. Akibatnya, keluarga pun bukan jaminan sebagai tempat berlindung dan kenyamanan bagi tumbuh dan berkembangnya anak-anak. Kekerasan yang dialami oleh anak dalam keluarga berupa kekerasan fisik, dan seksual. Kekerasan fisik yang dialami oleh anak berupa pukulan dan tendangan yang membuat seluruh tubuh mereka dipenuhi dengan luka lebab, bahkan dari beberapa kasus kekerasan dilakukan lebih kejam lagi. Tubuh mereka melepuh akibat terkena setrika dan kuntum rokok yang menyala. Hal yang lebih riskan anak mendapatkan kekerasan seksual dari orangtua mereka. Mereka dipaksa dan diancam oleh orangtua mereka untuk melakukan hal tersebut, sehingga ada beberapa yang sampai hamil. Kekerasan-kekerasan yang terjadi pada anak pastilah membuat psikis mereka terluka dan terganggu. Mereka akan mengalami rasa kesedihan, trauma, ketakutan, kecemasan, dan depresi yang parah pada diri mereka. Hal tersebut tentunya sangat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebutkan dari 5.361 kasus kekerasan pada anak yang terlaporkan ke Komnas PA sepanjang tahun 2010 hingga 2012, lebih dari 68% jenis kekerasan seksual. Sisanya merupakan bentuk kekerasan fisik. Untuk anak berhadapan dengan hukum, Komnas PA mencatat terjadi 1.494 kasus dengan proporsi jumlah anak laki-laki sebagai pelaku sebanyak 1452 orang dan anak perempuan sebanyak 43 orang. Usia yang paling banyak terjadi adalah usia 13-17 tahun. Adapun anak yang berusia 6-12 tahun sebanyak 17 orang. Dalam kasus keterlibatan anak pada narkotika, Komnas PA masih menggunakan data tahun 2010 di mana 3,8 juta anak mengonsumsi narkotika. Bahkan, data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan korban narkotika pada 2015 bisa mencapai 5-6 juta anak. Baca lebih lanjut