Ada Apakah Antara TNI dengan Polisi?

Oleh : Anisah

NIM : 12104241013

Peristiwa antara TNI dengan kepolisian merupakan persoalan jangka pendek dan jangka panjang. Penyerangan TNI dengan kepolisian bukan peristiwa yang pertama  melainkan berkali-kali terjadi.

Dalam kasus Martapura, apa yang dilakukan kepolisian dengan penembakan langsung itu cara militer. Kasus tersebut menurut saya harus diselesaikan secara hukum, tetapi solidaritas corps di TNI yang berlebihan itu juga tidak baik, apalagi diperlihatkan ke lembaga lain.

Pandangan warga terhadap konflik tersebut yaitu kurang baik karena polisi itu seharusnya mengayomi masyarakat tetapi malah justru polisi sendiri yang mencontohkan yang tidak sesuai dengan profesinya. Contoh hal kecil saja, Menurut saya pribadi, polisi zaman sekarang itu kurang. Kurang dalam arti pengamanannya. Pernah terjadi kasus didesa saya, dalam orang hajatan biasanya ada tanggapan atau tontonan misalnya organ.Kebanyakan anak remaja itu pesta meminum minuman yang memabukkan, harusnya sebagai contoh dimasyarakat, polisi meraziah minuman dan membuangnya,tetapi malah polisi itu juga ikut-ikutan minum. Apakah itu yang dinamakan contoh dimasyarakat?  Polisi seharusnya mengayomi masyarakatnya supaya masyarakatnya bisa tertib dan aman. Baca lebih lanjut

Iklan

Mencegah Konflik Antar Suku

Oleh : Nuri Indah Permatasari

NIM : 12104241025

Konflik adalah pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh. Sudah sejak lama konflik banyak terjadi di Indonesia dan korbannya pun sudah tidak dapat dihitung lagi, mulai dari korban jiwa, harta, dan banyak lagi yang tidak dapat disebutkan. Terjadinya banyak konflik menunjukkan jika masyarakat semakin tidak saling menghormati serta tidak terwujudnya HAM yang baik di Indonesia.

Pertentangan antara warga asli Lampung dengan warga Bali di Lampung merupakan salah satu contoh konflik yang baru saja terjadi. Konflik ini terjadi karena kesalahpahaman antara dua kubu tersebut. Akibat dari konflik itu, banyak korban yang berjatuhan, rumah-rumah yang hancur, serta perpecahan dalam masyarakat. Faktor lain terjadinya konflik adalah primordialisme, yaitu menganggap kelompoknya lebih tinggi dari kelompok lain. Primordialisme ini sangat berpengaruh apabila terjadi di Indonesia, karena mengingat Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku. Selanjutnya adalah adanya kesenjangan ekonomi, missal kasus Sampit. Masyarakat asli tidak menerima adanya perbedaan ekonomi dengan masyarakat pendatang sehingga memunculkan konflik yang tidak berujung.

Selain dua faktor di atas, adanya kesalahpahaman juga mempengaruhi terjadinya konflik, adanya perbedaan keyakinan (agama) juga bisa menyebabkan konflik antar masyarakat, serta adanya masalah politik seperti pada kerusuhan Mei tahun 1998. Baca lebih lanjut