Menyiasati Perilaku Konsumerisme

Oleh : Anggraini Bhuwaneswary

NIM : 12104241033

Pada zaman modern sekarang ini, sudah banyak berkembang perilaku yang seharusnya dianggap kurang begitu bermanfaat di masyarakat, salah satu contohnya adalah perilaku konsumerisme. Perlu diketahui bahwa perilaku konsumerisme ini sesungguhnya sudah muncul pada masa awal peradaban manusia.  Konsumerisme sebagai suatu paham yang ditujukan bagi seseorang yang berprilaku konsumtif.  Perilaku konsumtif di sini maksudnya adaah perilaku yang menggunakan barang-barang produksi secara berlebihan dan  bahkan sampai menjadi kebiasaan atau gaya hidup. Seseorang yang memilikiperilaku konsumerisme akan menggunakan barang atau jasa tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan mereka tetapi semata-mata hanya untuk memenuhi kepuasan dalam dirinya.

Pada umumnya, setiap manusia memiliki motivasi untuk berprilaku konsumerisme di dalam dirinya meski kapasitasnya berbeda sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki. Namun, jika dikaitkan dengan kehidupan sekarang, justru yang sering menggunakan barang secara berlebihan yaitu para remaja. Mereka sering sekali membeli barang-barang yang kurang bermanfaat bagi kehidupannya. Misalnya saja fashion atau mode pakaian yang sedang berkembang di kalangan remaja pada saat ini. Demi penampilan, mereka rela mengeluarkan begitu banyak uang agar tidak dikatakan ketinggalan dalam mengikuti perkembangan zaman. Jika mereka memikirkan masa depannya, untuk akankah lebih baik uang tersebut dapat disimpan dan digunakan nanti apabila benar-benar dibutuhkan. Baca lebih lanjut

Indonesia Negara Agraris, Kebutuhan Pokok Miris

Oleh : Ani Putri Wahyuni

NIM : 12104241032

Indonesia merupakan negara agraris karena mayoritas penduduk Indonesia bercocok tanam. Hal ini dikarenakan iklim dan struktur Indonesia yang sangat mendukung untuk bertani. Selain itu lahan yang luas juga menjadi alasan kenapa indonesia disebut negara agraris. Hebatnya lagi, indonesia juga pernah melakukan swasembada beras pada puluhan tahun silam.

Kalau di era orde baru kita banga bisa sukses berswasembada pangan karena perhatian pemerintah pada saat itu  benar-benar fokus pada sektor pertanian. Namun sekarang Indonesia sebagai Negara agraris yang paling hobi mengimpor berbagai produk pangan. Indonesia sebagai negara agraris, tetapi masih mengimpor bahan-bahan pokok seperti beras, ikan, garam, bawang, singkong, jagung, dan lain-lain. Kondisi ini menjadi hal yang aneh untuk negara sebesar dan sekaya Indonesia.

Hal ini terjadi karena para pemegang kebijakan belum mampu mengolah kekayaan alam Indonesia dengan baik. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah dan wilayah yang sangat luas, hanya saja, kekayaan alam yang melimpah itu belum mampu menjadikan negeri ini sebagai negara produsen, tapi justru menjadi pengimpor. Baca lebih lanjut

Sinyal Budaya dalam Perfilman

Oleh : Inas Syarafina

NIM : 12104241039

Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama tertentu. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.

Keadaan budaya Indonesia di negeri sendiri semakin tidak diketahui keberadaannya. Tidak banyak masyarakat yang tahu tentang kebudayaannya. Seolah-olah kita tidak peduli terhadap asset bangsa, yaitu budaya itu sendiri. Tapi setelah budaya-budaya kita di claim oleh Negara lain, seperti tarian-tarian bahkan sampai makanan pun. Masyarakat kita tidak rela budayanya di ambil Negara lain. Saat itulah kita baru tersadar betapa beharganya nilai budaya bangsa kita, betapa kayanya Negara Indonesia dengan keragaman budayanya. Baca lebih lanjut