RISKAN! HIV/AIDS di Kaum Terpelajar

Oleh : Nano Ratno Panca Pamungkas

NIM : 12104244044

Sebelum membahas tentang perkembangan HIV/AIDS di Indonesia dan khususnya kaum terpelajar sebaiknya kita tau apa itu HIV/AIDS ? HIV merupakan singkatan dari “human immunodeficiency virus“.  HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel tubuh lainnya). Yang menyebabktan sel-sel tubuh menurun, ketika semakin mengrogoti kematian lah akibatnya. Lalu apa itu AIDS ? Istilah AIDS dipergunakan untuk tahap- tahap infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun.

Di Indonesia sendiri penyakit ini mulai terdeteksi pada tahun 1987 di Bali, dimana seorang turis asal Belanda bernama Edward Hopp  meninggal karena HIV. Sejak kejadian ini penderita penderita hiv/aids mengalami peningkatan. Data dari surveilans HIV/AIDS depkes RI menunjukan dalam kurun waktu 10 terakhir penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan yang pesat dari 2001-2005 mencapai 5321 kasus, kemudian 2005-2009 sudah mencapai 19.973 dan di yakini dari dari 2009-sekarang kasus ini sudah menyerang 21.770 jiwa. Dan yang paling memprihatinkan bahwa penderita HIV/AIDS tedapat pada usia produktif antara 15-39 tahun yang menyumbangkan 81,9 %. Sumber laporan surveilans HIV/AIDS depkes RI. Baca lebih lanjut

Iklan

Haramnya Bisnis Multi Level Marketing Menurut Agama Islam

Oleh : Rachman Fahrisal

NIM : 12104244046

Menurut saya bisnis MLM itu menggunaan sistem piramida atau jaringan berjenjang melalui jaringan distribusi yang dibangun dengan memposisikan pelanggan atau upline maupun downline sebagai tenaga pemasaran produk dari perusahaan MLM tersebut.Untuk menjadi keanggotaan MLM,seseorang biasanya diharuskan mengisi formulir dan membayar uang dalam jumlah tertentu dan kadang diharuskan membeli produk tertentu dari perusahaan MLM tersebut,tetapi kadang ada yang tidak mensyaratkan untuk membeli produk tersebut.Pembayaran dan pembelian produk tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan point tertentu.Biasanya produk yang ditawarkan yaitu berupa obat-obatan herbal yang sedang ramai dipasaran dan masyarakat disekitar lingkungan kita juga ada modus lain yaitu berupa ke agenan pulsa tronik dengan menggunakan cip penghemat pulsa dan bisa untuk membayar token listrik,speedy,telfon,pulsa dan lain-lain,dengan cara memasukan kode-kode tertentu yang diberikan oleh perusahaan MLM tersebut.Kadang point bisa didapatkan oleh anggota jika ada pembelian langsung dari produk yang dipasarkan, maupun melalui pembelian tidak langsung melalui jaringan keanggotaan.Tetapi kadang point bisa diperoleh tanpa pembelian produk,namun dilihat dari banyak dan sedikitnya anggota yang bisa direkrut oleh orang tersebut,yang sering disebut dengan pemakelaran. Baca lebih lanjut

Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini

Oleh : Yoga Prasetya Rahman

NIM : 12104241020

Diawali dengan sebuah kaus yang sangat tidak bermoral dari beberapa orang anak. Pada bulan april yang lalu masyarakat indonesia dikejutkan oleh sebuah berita yang sangat menyesakkan dada. Sebuah berita yang membuat setiap orang mulai berpikir bahwa memang benar negara dan masyarakat kita sedang dalam kondisi sakit yang teramat parah. Sebuah berita pemerkosaan yang dilakukan oleh sekelompok anak-anak SD terhadap temannya sendiri. Ini jelas sebuah kabar buruk yang rasanya mustahil bisa terjadi di sebuah negara yang dihuni oleh bangsa-bangsa yang beradab.

Anda mungkin baru menyadari pentingnya pendidikan seks setelah maraknya kasus pergaulan bebas muncul dikalangan remaja yang semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Pergaulan bebas dipicu oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih dan faktor perekonomian global. Namun, bukan hal itu saja yang menjadi penyebab meningkatnya pergaulan bebas, yang terpenting adalah pendidikan seks untuk anak Anda.

Di suatu sore, di sebuah gudang yang sepi yang terletak nun jauh di Gowa – Sulawesi Selatan sana, ramai terdengai derai tawa 6 bocah ( lima laki-laki dan satu perempuan ) berusia antara 11 hingga 12 tahun.  Anak-anak yang masih duduk di SD kelas 4 dan 5 ini sepintas terlihat bermain sebagaimana anak seusianya. Bercanda, tertawa, berlari-lari, berteriak-teriak dengan riang. Namun ada yang tak biasa di sana. Sebuah tragedi tengah membayangi mereka. Baca lebih lanjut

Memartabatkan Transgender

Oleh : Aimma Chusna

NIM : 12104241041

Di era modernisasi ini, banyak sekali kita jumpai dan kita temukan penyimpangan – penyimpangan di masyarakat. Salah satu contohnya adalah perubahan kodrat yang tidak semestinya.  Perubahan kodrat tersebut seakan – akan menjadi hal yang sudah tidak “tabu” dalam masyarakat. Dapat kita lihat laki – laki yang perilakunya “melambai” seperti perempuan, cengeng, lemah gemulai, bahkan berpenampilan layaknya perempuan. Ataupun perempuan yang perilakunya kasar, dan pola perilakunya seperti laki – laki biasa kita sebut “tomboy”. Hal seperti itulah yang dinamakan transgender. Transgender merupakan istilah bagi seseorang yang penampilan maupun perilakunya, tidak sesuai dengan gender pada umumnya (penyimpangan pada perilaku gender). Selain trensgender kita juga mengenal istilah transeksual. Apa bedanya transgender dengan transeksual? Transeksual adalah seseorang yang identitas gendernya berlawanan dengan jenis kelaminyya secara aspek biologis. Mereka merasa terperangkap dalam tubuh yang salah. Ada ketidakpuasan dalam diri mereka, sehingga mereka ingin mengubah jenis kelaminnya. Contohya, seseorang yang terlahir dengan jenis kelamin laki – laki, namun dia merasa bahwa dirinya itu perempuan dan ingin diidentifikasikan sebagai seorang perempuan. Akhirnya dia mengubah jenis kelaminnya menjadi perempuan. Begitu juga sebaliknya. Baca lebih lanjut

Mempertanyakan Kejelasan Hukum Pemerkosaan

Oleh : Desi Kusumah Dianti

NIM : 12104241008

Pada saat kita berbicara mengenai perkosaan, hal apakah yang muncul dibenak anda? Perempuan dengan tindakan kekerasan atau bahkan kekerasan dengan unsur seksualitas? Perempuan dalam situasi apapun tetap rentan untuk menjadi korban dari struktur sosial, budaya, maupun politik yang dapat menindasnya. Perkosaan adalah suatu usaha untuk melampiaskan nafsu seksual yang dilakukan seorang laki-laki terhadap perempuan dengan cara yang dinilai melanggar menurut moral dan hukum.  Kurangnya stabilitas keamanan di tengah-tengah masyarakat kita menjadi momok yang sangat menakutkan dikalangan perempuan, posisi perempuan yang lemah membuat keberdayaan mereka untuk melindungi diri juga kurang. Oleh karena itu, perempuan menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan seks untuk mencuri, memaksa, merampas, bahkan melampiaskan nafsu seksualnya. Banyak kerugian yang mereka dapatkan, baik perlakuan fisik yang didapatkan hingga berdampak pada tekanan psikologis yang dialaminya.

Banyak diantara kaum perempuan yang mendapatkan perlakuan bejat dari pelaku perkosaan, tak hanya terjadi di tempat-tempat seperti halnya terminal, gerbong kereta, dan lainnya, bahkan di institusi pendidikanpun telah marak terjadi. Seperti kasus yang terjadi pada seorang siswi yang masih duduk dibangku kelas 4 sekolah dasar di Pekanbaru, dia menjadi koban kejahatan seksual oleh gurunya sendiri, bahkan pelaku sudah lima kali melakukan percobaan pemerkosaan terhadap korban. Betapa tidak seorang guru yang seharusnya menjadi pelindung malah tega memperkosa muridnya sendiri, tanpa memikirkan esensi bagaimana keadaan korban setelah mendapat perlakuan yang demikian. Baca lebih lanjut

Handphone Sebagai Hubungan Sosial

Oleh : Susi Susanti

NIM : 12104241011

Nilai sosial merupakan ukuran, patokan, anggapan yang diikuti oleh orang banyak dalam masyarakat tertentu mengenai benar, pantas, salah atau baik. Mengingat pentingnya nilai sosial di dalam suatu masyarakat, untuk itu perlunya sosialisasi masyarakat, dengan cara mengajarkan kepada masyarakat tentang nilai-nilai sosial lewat media masa sperti televisi, radio, internet, dan koran yang saat ini mudah di jumpai hingga di pelosok negri.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kebutuhan manusia menjadi semakin terpenuhi. Sebagai bagian dari kehidupan manusia sehari-hari hampir pada setiap kegiatan manusia, baik pribadi maupun sosial dilakukan dengan teknologi. Bisa dikatakan teknologi itu tidak akan pernah habis, karena setelah muncul hal baru, maka di masa mendatang akan muncul hal baru yang berbeda kembali. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi tentunya ini merupakan kabar yang menggembirakan. Teknologi membuat hidup kita lebih nyaman, arus informasi menjadi lebih cepat. Berbagai hiburan tersaji kapanpun kita mau tinggal klik televisi, internet, atau media elektronik lainnya. Namun disamping membawa dampak positif juga ada dampak negatif. Baca lebih lanjut

Premanisme Di Kalangan Intelektual

Oleh : Sailah Ribha

NIM : 12104241031

Premanisme merupakan istilah bahasa Belanda, vrijman yang berarti orang bebas, merdeka. Dan, ‘isme’ menunjukkan aliran atau paham. Sekarang ini, istilah premanisme merupakan sebutan pejoratif yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang untuk mendapatkan penghasilan dengan cara kekerasan, seperti pemerasan, penjambretan, perampokan dan lain sebagainya. Menurut Kartodirdjo (1984), bandit sosial (preman) adalah sebagai suatu struktur tipe kepemimpinan sosial yang secara wajar muncul dalam celah-celah ruang sosial di mana penguasa tidak dapat melakukan pengawasan.

Praktik premanisme di Indonesia marak terjadi di bidang politik, ekonomi, sosial, hankam, contohnya di kalangan rakyat kecil seperti sopir – sopir yang dimintai pungutan liar dengan mengatasnamakan suatu organisasi ataupun dengan alasan keamanan dan terkadang memiliki backing orang – orang berseragam yang sebagai aparat negara, kegiatan tersebut sangatlah menghambat kelancaran perekonomian daerah, adanya anggota geng motor yang berperilaku arogan, merusak ketertiban merupakan tindakan premanisme dan kalangan pejabat negara ( kalangan intelektual ) terutama di bidang politik yang saat bermusyawarah mereka sering bertindak arogan jika tidak sependapat dengan usulan pihak lain, cara mereka dalam pemilu mendapatkan suara terbanyak dengan cara memberikan uang terhadap pendukungnya, menjatuhkan lawan dengan teror jelas merupakan tindakan premanisme, adanya kasus suap juga termasuk premanisme karena terjadi kesengajaan untuk merugikan seseorang maupun merugikan negara, pemerasan terhadap wajib pajak juga merupakan praktik premanisme yang terjadi di Indonesia, seseorang yang sudah membayar pajak sesuai dengan yang ditentukan tetapi pihak lain melakukan pemerasan seolah – olah pembayaran wajib pajak yang dilakukan bermasalah sehingga harus membayar lebih. Baca lebih lanjut