Pengoptimalan Hasil Kelautan Di Balik Keserakahan Pihak Asing

Oleh : Leni Indriani

NIM : 12104241027

Sebagai Negara yang dikenal dengan Negara Maritim yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia dinilai belum memanfaatkan kekayaan lautnya secara maksimal. Belakangan ini nasib nelayan tradisional di perbatasan sangat miskin dibanding nelayan asing yang kehidupannya gemerlap. Dari segi peralatan dan kapal pun, nelayan Indonesia yang tinggal di perbatasan sangat jauh berbeda dari nelayan asing. Mereka tak mampu menelan kekecewaan terhadap kondisi yang menimpa nasib mereka yang kian hari kian menyedihkan.

Hasil tangkapan mereka semakin menurun dari waktu sebelumnya. Mereka seperti penonton, sementara orang-orang asing itu mengeruk hasil laut yang kaya akan hasil perikanan. Tak asing lagi bagi mereka jika kekayaan hasil laut dijaring oleh nelayan-nelayan asing dengan alat tangkap serta alat navigasi kapal yang serba canggih. Sementara mereka hanya gigit jari melihat nelayan-nelayan asing mencuri dengan gagah berani.

Keinginan untuk mendapatkan tangkapan ikan yang banyak sepertinya tak akan pernah mereka alami, untuk makan saja mereka harus bekerja keras apalagi untuk membeli alat tangkap yang canggih dan modern. Ekonomi menjadi kendala utama yang membuat mereka tetap memilih alat tangkap tradisional dan tidak menggunakan alat tangkap yang canggih dan modern. Baca lebih lanjut